Kamis, 2 Oktober 2014

News / Regional

RUSUH PILKADA PALOPO

Polisi Akan Periksa Pasangan Calon Wali Kota Palopo

Kamis, 4 April 2013 | 00:05 WIB

Terkait

MAKASSAR, KOMPAS.com — Meski telah menetapkan enam tersangka dalam kerusuhan dan pembakaran beberapa kantor pemerintah dan swasta di Kota Palopo, penyidik Polda Sulselbar belum menghentikan penyelidikannya.

Bahkan, pasangan calon wali kota dan wakil wali kota nomor urut lima, Haidir Basir-Thamrin Jufri, akan diperiksa terkait dugaan pengerahan massa.

"Tunggu perkembangan hasil penyidikan polisi. Yang jelas pada prinsipnya semua pelaku yang terlibat kasus kerusuhan dan pembakaran beberapa kantor pemerintah dan swasta akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan diperlakukan sama di depan hukum. Jika dibutuhkan, maka penyidik akan memeriksa pasangan calon wali kota Palopo nomor urut 5 karena semua tersangka adalah pendukungnya," kata Kepala Bidang Humas Polda Sulselbar Kombes Endi Sutendi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (3/4/2013) malam.

Mantan Wakil Kepala Polrestabes Makassar ini menambahkan, keenam tersangka kasus kerusuhan dan pembakaran di Palopo sudah tiba di markas Polda Sulselbar Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Rabu sekitar pukul 21.00 Wita.

"Enam tersangka dari Palopo sudah tiba di Polda Sulselbar dengan keadaan selamat. Keenamnya langsung ditahan di rutan markas Polda Sulselbar," tambah Endi.

Sebagaimana telah diberitakan, massa pendukung calon wali kota/wakil wali kota yang kalah, Haidir Basir-Thamrin Jufri, diduga terlibat pembakaran enam gedung perkantoran karena tidak menerima kekalahan, Minggu (31/3/2013).

Sejumlah bangunan yang dibakar adalah Kantor DPD Partai Golkar, Kantor Wali Kota Palopo, Kantor Dinas Perhubungan, Kantor Panitia Pengawas Pemilu, Kantor Kecamatan Wara Timur, dan kantor harian Palopo Pos.

Pasca-kerusuhan dan pembakaran itu, polisi menangkap enam pendukung pasangan calon yang tidak menerima kekalahan.

Keenam tersangka tersebut adalah AT sebagai penggerak, SL pelaku pelemparan batu ke Gedung Golkar, SH pelaku pelemparan batu di Gedung Golkar, M allias I tertangkap tangan membawa botol plastik berisi bensin dan melakukan pembakaran di Gedung Wali Kota Palopo dan Bus Perintis Pemkot, WS alias C melempar ke Gedung Golkar, dan HS binti AH, perannya melakukan pelemparan ke Gedung Golkar sebanyak dua kali.

Dalam perjalanan menuju Makassar, para tersangka dikawal dua regu personel Brimob dan tim penyidik. Pemindahan tersangka dari Palopo ke Makassar dipimpin langsung Direktur Sabhara Polda Sulselbar Kombes Ferdinan Wibisono sebagai kepala satgas pemulihan situasi pasca-kerusuhan.


Penulis: Kontributor Makassar, Hendra Cipto
Editor : Ervan Hardoko