Jumat, 19 Desember 2014

News / Regional

Prosesi Semana Santa di Larantuka Diikuti Umat Katolik Mancanegara

Jumat, 29 Maret 2013 | 23:27 WIB

Terkait

LARANTUKA, KOMPAS.com - Perayaan Kamis Putih dan Jumat Agung dalam rangkaian prosesi Semana Santa di Kota Reinha Rosari, Larantuka, masih kental dengan budaya Portugis. Sekitar 2.000 hingga 3.000 peziarah dari berbagai penjuru dunia dan Nusantara sangat khusyuk mengikuti berbagai prosesi yang dimulai sejak Kamis (28/3/2013).

Prosesi Semanaa Santa di wilayah keuskupan Larantuka dimulai dengan ziarah ke Patung Yesus di Kapela Wure di wilayah Adonara Barat. Para peziarah harus menyeberang menggunakan perahu milik masyarakat nelayan di Larantuka. Selanjutnya, para peziarah mengunjungi Kapela Tuhan Meninu, tempat patung Yesus diletakkan.

Para peziarah mengunjungi Kapela Tuan Ana (Patung Yesus) dan Tuan Ma (Patung Bunda Maria) yang sering disebut proses Tuan Ma Larantuka. Semua prosesi itu diikuti ribuan umat Katolik di Keuskupan Larantuka dan diikuti ribuan peziarah dari seluruh penjuru dunia. Prosesi dilanjutkan dengan perayaan Kamis Putih yang dilaksanakan di berbagai paroki di Kota Larantuka.

Perayaan Kamis Putih di Paroki Santo Yohanes Lebao atau sering disebut Paroki San Juang, perayaan Ekaristi dipimpin oleh Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung Pr. Dalam khotbahnya, Mgr Fransiskus mengatakan, umat Katolik harus memberikan kebaikan kepada sesama dan memberikan diri kepada orang-orang miskin di lingkungan sekitar dan di tengah masyarakat.

"Saya mengajak umat Katolik harus rajin mengikuti perayaan Ekaristi sebab kebaikan yang utama yang diberikan Yesus Kristus adalah memberikan diriNya secara utuh untuk menyelamatkan manusia dan alam," ajaknya.

Mgr. Fransiskus menegaskan, puncak utama dari kehidupan Umat Katolik adalah pada perayaan Ekaristi ketika Yesus menyerahkan tubuh dan darahNya demi menyelamatkan manusia dan alam semesta. "Perayaan Tubuh dan darah Yesus merupakan warisan yang utama yang bagi seorang yang mengimani Yesus Kristus," tegasnya.

Prosesi Semana Santa dilanjutkan dengan Jumat Agung pada Jumat (29/3/2013). Ibadah ini didahului dengan prosesi Bahari di mana Patung Yesus yang sudah wafat yang ada dalam peti jenasah diantar dari Kapela Tuan Meninu (Tuhan Meninu) Kota Rowido, Kelurahan Sarotari Tengah menuju ke Pelabuhan Cure didepan Kapela Tuan Ma (Kapela Patung Bunda Maria) dan Tuan Ana (Patung Tuhan Yesus).

Dari Dermaga Rowido, didepan Kapela sudah disediakan Perahu untuk mengantarkan Patung Yesus yang ada dalam jenasah dan diarak dengan menggunakan 100 perahu dan kapal Ferri di Kota Larantuka dan dari Pulau Lembata. Ribuan umat Katolik dan para peziarah memadati kapal-kapal dan perahu untuk mengantarkan Patung Yesus.

Koordinator Prosesi Bahari dari Kapela Tuan Meninu, Donatus de Rosari, menjelaskan kepada Kompas.com, Jumat (29/3/2013), prosesi bahari ini sudah berusia lima abad bersamaan dengan prosesi Semana Santa. Prosesi Semana Santa berawal dari prosesi Bahari dari Kapela Tuan Meninu.

Setiap perayaan pekan Suci di Kota Reinha Rosari untuk merayakan Prosesi Semana Santa didului dengan prosesi bahari, yakni ketika Patung Yesus Wafat diarak menggunakan perahu khusus yang telah disiapkan masyarakat Larantuka. "Tradisi ini selalu dilaksanakan setiap tahun dan ribuan peziarah baik dalam negeri maupun luar negeri mengikuti prosesi ini dengan khidmat," jelasnya.

Pastor Paroki Katedral Reinha Rosari Larantuka, Romo Yosef Naran Leni, Pr menjelaskan, prosesi Semana Santa merupakan prosesi khusus untuk mengantar Patung Tuan Meninu (Patung Yesus yang sudah wafat dalam sebuah peti), diikuti oleh perarakan Patung Tua Ma (Patung Bunda Maria).

"Pengalaman selama ini bahwa banyak peziarah mengalami sesuatu yang di luar akal budi manusia saat mempersembahkan diri atau mencium Patung Tuan Meninu dan Patung Tuan Ma serta Patung Tuan Ana," jelas Romo Yosef.

Romo Yosef menjelaskan tahun ini jumlah peziarah berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Para peziarah mengalami kesulitan penerbangan ke Larantuka dari berbagai wilayah di Indonesia bahkan dari luar negeri. Ada sejumlah peziarah yang ingin mengikuti prosesi Semana Santa pada Jumat Agung tetapi mereka tidak bisa mendapatkan tiket. Saya berharap Pemerintah Kabupaten Flores Timur dapat memperhatikan ini di tahun mendatang," jelasnya.


Penulis: Kontributor Manggarai, Markus Makur
Editor : Kistyarini