Selasa, 23 September 2014

News / Regional

KENDARI

Tak Makan Lima Hari, 12 Imigran Gelap Sakit

Rabu, 6 Maret 2013 | 18:20 WIB

KENDARI, KOMPAS.com — Sebanyak 12 dari 88 imigran gelap yang gagal menyeberang ke Australia, akibat mesin kapal yang ditumpangi mati di Pulau Kapota, Kelurahan Wanci, Kabupaten Wakatobi, kini dirawat di puskesmas setempat.

Kepala Polres Wakatobi AKBP Hotlan Damanik dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan, kedua belas orang imigran itu menderita demam dan sakit perut akibat banyak minum air dan menahan lapar.

"Jadi, 12 orang itu terpaksa dirawat di Puskesmas akibat sakit demam dan sakit perut karena tidak makan selama lima hari dan hanya minum air putih. Sementara itu, sisanya diinapkan di Hotel Setiana dan Hotel Lina di Kecamatan Wangi-Wangi," tuturnya, Rabu (6/3/2013).

Dari 88 orang imigran, enam di antaranya merupakan balita berumur satu hingga empat tahun. Selain itu, terdapat beberapa orang perempuan dan laki-laki dewasa. Saat ini, lanjut Hotlan, pihaknya bersama aparat Polda Sultra masih meminta keterangan kepada para imigran tersebut.

"Keterangan sementara yang bisa kami peroleh dari para imigran itu, yaitu mereka akan menuju ke Australia, setelah berangkat dari Jakarta menuju Kendari. Imigran itu harus membayar Rp 13-18 juta per orang kepada calo yang memfasilitasi mereka ke Australia," terangnya.

Dikatakan Hotman, proses evakuasi imigran dari kapal yang mereka tumpangi berlangsung dari pukul 13.00 hingga pukul 23.00 wita, Selasa (5/3/2013) kemarin.

Dari 88 orang imigran, 44 orang berasal dari Bangladesh, 38 Myanmar, dan 6 orang dari Somalia. "Kami berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Kendari dan IMO, kemudian para imigran itu akan dibawa ke Kendari, selanjutnya sudah menjadi kewenangan kantor imigrasi," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1/A Kendari Hendriarto mengatakan, pihak terus berkoordinasi dengan kepolisian di Wakatobi. Kemungkinan dalam satu dua hari, para imigran akan dibawa ke Kendari.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan imigran gelap ini gagal menyeberang ke Australia karena mesin kapal yang mereka tumpangi mati di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Selasa (5/3/2013) malam. Akibatnya, kapal motor bernama Rahayu Lestari dengan kapasitas enam gross ton tidak dapat melanjutkan pelayaran menuju negara tujuan Australia.

Tim gabungan SAR dan Kepolisian melakukan penyelamatan terhadap 88 imigran itu selanjutnya diinapkan di beberapa hotel. Kantor Pos SAR Wakatobi bersama petugas terkait telah mengevakuasi 88 imigran tersebut dengan menggunakan rigid inflatable boat (RIB) menuju pelabuhan feri Wanci, Kabupaten Wakatobi. 


Penulis: Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati
Editor : Glori K. Wadrianto