Rabu, 23 April 2014

News / Regional

Jabar Selatan Potensial untuk Mikrohidro

Jumat, 1 Maret 2013 | 17:00 WIB

Baca juga

BANDUNG, KOMPAS.com - Jawa Barat bagian selatan yang daerahnya pegunungan potensial dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Pembangkit listrik yang menggunakan aliran sungai itu bisa memecahkan persoalan rendahnya elektrifikasi di daerah terpencil.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Jabar PT Tirta Gemah Ripah (TGR) menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Sungai Cirompang Kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut dapat beroperasi November 2013 mendatang.

"Tenaga lisrik yang dihasilkan dari PLTMH ini akan dibeli oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) selama 15 tahun melalui skema take and pay," ujar Direktur Utama PT TGR Johan Romadhon, di Bandung, Jumat (1/3/2013).

Menurut data di PLN Distribusi Jabar-Banten, tingkat elektrifikasi di kedua provinsi yang mengitari Ibu Kota Republik ini baru 73 persen. Jumlah penduduk Jabar saja kini sudah mencapai sekitar 45 juta jiwa. Kedua provinsi ini kalah oleh Provinsi Aceh yang tingkat elektrifikasinya sudah 95 persen.

Menurut Direktur Utama PT Jasa Sarana Soko Sandi Buwono, PT TGR sendiri merupakan anak perusahaan BUMD Jabar PT Jasa Sarana yang menggandeng Bank CIMB Niaga untuk pembangunan (PLTMH) Cirompang. "Tirta Gemah mendapat kucuran kredit Rp 100 miliar dari CIMB Niaga," ujarnya.

PT TGR yang merupakan perusahaan dengan fokus pengelolan air dan energi hidro itu juga akan membangun proyek sejenis yakni di aliran Sungai Cidamar, Kabupaten Cianjur, dan Cikembang, Tasikmalaya. "Untuk lokasi di Sungai Cidamar dan Cikembang sudah dilakukan studi pendahuluan, masing-masing bisa menghasilkan listrik 4-5 MW," kata Soko.

Nantinya PLTMH Cirompang akan terkoneksi ke jaringan listrik PLN. Johan menyebutkan, PLTMH Cirompang yang dibangun sejak tahun 2011 itu akan menghasilkan listrik sebesar 8 Mega Watt (MW) yang dihasilkan dari 4 pembangkit di sana. Setiap pembangkit akan menghasilkan listrik eksisting masing-masing 2 MW.


Penulis: Dedi Muhtadi
Editor : Rusdi Amral