Kamis, 31 Juli 2014

News / Regional

Sungai Bengawan Solo Masih Siaga II

Senin, 18 Februari 2013 | 15:39 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Ketinggian air Sungai Bengawan Solo, hingga Senin (18/2/2013) siang ini terus menurun. Sejak pukul 13.00 WIB, ketinggian air yang terpantau di alat pengukur sudah mencapai 14.92 peilschaal. Statusnya pun menurun menjadi siaga II.

Meski begitu, warga di sekitar Bengawan Solo tetap perlu waspada jika hujan kembali turun di kawasan Bojonegoro. ''Air dipastikan akan kembali menggenang karena anak sungai belum maksimal mengirim air ke Bengawan Solo,'' kata Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan, Dinas PU Pengairan Provinsi Jatim, Sunoko.

Banjir kemarin, kata Sunoko, bukan signifikan air kiriman dari kawasan hulu Sungai Bengawan Solo di Jawa Tengah, melainkan dari Ngawi, Pacitan, dan Magetan, yang menambah debit air sungai menjadi 125 peilschaal.

Saat air sampai di Bojonegoro, bersamaan dengan hujan deras, sehingga air dari anak sungai yang harusnya keluar jadi tertahan dan menggenangi pemukiman dan lahan sawah di puluhan desa.

''Jika debit air Bengawan Solo di Bojonegoro surut, air dari anak sungai otomatis akan masuk ke Bengawan Solo, dan genangan dengan sendirinya akan surut,'' tambahnya.

Banjir luapan Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro kemarin menggenangi pemukiman dan persawahan di 95 desa dalam 13 kecamatan, yakni, lima desa di Kecamatan Ngraho, tujuh desa di Padangan, satu desa di Purwosari. Lalu, tiga desa di Gayam, 13 desa di Kalitidu, tiga desa di Dander,10 desa di Bojonegoro, satu desa di Kapas, 12 desa di Trucuk. Kemudian, 10 desa di Malo, sembilan desa di Balen 9, tujuh desa di Kanor, dan 12 desa di Kecamatan Baureno. Banjir juga menggenangi 4.028 hektar sawah padi yang baru berusia 28 hari.


Penulis: Kontributor Surabaya, Achmad Faizal
Editor : Glori K. Wadrianto