Sabtu, 30 Agustus 2014

News / Regional

CUACA BURUK

Kapal Cahaya Samudera II Tenggelam di Tanjung Sie

Selasa, 15 Januari 2013 | 00:10 WIB

KOTA KOMBA, KOMPAS.com - Kapal motor Cahaya Samudera II tenggelam di Tanjung Sie, Laut Waewole, Kelurahan Watu Nggene, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Senin (14/1/2013) sekitar pukul 02.00 waktu Indonesia Tengah. Kapal milik Abdul Rasid asal Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dinahkodai oleh Hasanudin itu, membawa sembilan anak buah kapal.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan kapal pencari udang lobster ini. Hal itu dijelaskan Kepala Kepolisian Sektor Kota Komba, Ipda Serfolus Tegu. Menurut Tegu, berdasarkan keterangan nahkoda dan kesembilan ABK, kapal itu sudah berlayar empat bulan untuk mencari lobster. Saat kecelakaan, kapal dalam perjalanan hendak kembali ke Sumbawa, membawa hasil tangkapan.

Saat ini, kata Tegu, nahkoda dan sembilan anak buah kapal ditampung di salah satu rumah anggota polisi di sekitar Waewole sambil menunggu proses selanjutnya. "Tadi mereka sudah melapor ke Kantor Kepolisian Sektor Kota Komba terkait dengan musibah tenggelamnya kapal motor. Tadi siang aparat kepolisian sudah mencari di sekitar Tanjung Sie dan Laut Waewole sampai di laut dalam namun, bangkai kapal tidak ditemukan. Di duga, kapal diseret arus deras di bawah Laut Waewole," kata Tegu.

Hasanudin, kepada Kompas.com di Kantor Polsek Kota Komba di Waelengga, menuturkan, kapal Cahaya Samudera II yang dikemudikannya berlabuh di Laut Waewole, tepatnya di Tanjung Sie sekitar pukul 22.00 Wita. Kapal berteduh di Laut Waewole karena cuaca buruk. Lalu, setelah berlabuh tadi malam, turun hujan lebat sekitar pukul 22.30 Wita.

"Kapal berlabuh dengan baik di Tanjung Sie sehingga saya dan sembilan anak buah kapal tidur. Saya bangun sekitar pukul 01.30 Wita subuh dan melihat ke laut Waewole bahwa air laut sedang kabur. Saya bangunkan anak buah kapal agar kapal dilarikan ke tengah sekitar pukul 02.00 Wita subuh. Lalu salah satu anak buah kapal berteriak air masuk, air masuk. Di luar masih hujan deras disertai angin kencang dan gelombang," tuturnya.

Hasanudin menjelaskan, setelah air masuk di seluruh bagian bawah kapal, dia memerintahkan anak buah kapal untuk membuka tali di Sampan Tondang agar semua lari ke sampan tersebut.

"Syukur kami semua selamat dan kapal lamban laut tenggelam. Setelah itu ada kapal nelayan di sekitar Waewole yang sedang memancing ikan membantu menyelamatkan kami ke darat di Kampung Waewole," kata Hasanudin.

Hasanudin menyayangkan, ada kapal di sekitar Laut Waewole yang dimintai tolong untuk menarik kapal kala masih terlihat, tetapi mereka tidak bersedia. Mereka takut kapal-kapal milik mereka juga ikut terseret oleh kapal yang sudah tenggelam. "Bobot kapal motor Cahaya Samudera II 6-7 ton. Dan di dalam kapal yang tenggelam sudah ada hasil tangkapan udang lobster sebanyak 200 ton. Perkiraan kerugiaan dari musibah itu adalah Rp 200 juta," tutur Hasanudin.


Penulis: Kontributor Manggarai, Markus Makur
Editor : Glori K. Wadrianto