Kamis, 24 Juli 2014

News / Regional

Petasan Rakitan Marak, Suaranya Sekeras Bom

Jumat, 28 Desember 2012 | 22:55 WIB

MANADO, KOMPAS.com -- Menjelang perayaan menyambut malam pergantian tahun baru, petasan rakitan marak dan dinyalakan secara bebas di Manado. Berbeda dengan petasan yang diproduksi pabrik resmi berbahan dasar mesiu, petasan rakitan ini tidak mengandung bahan mesiu sedikit pun.

"Ini aman jika dibandingkan dengan petasan dari pabrik. Idenya kami ambil dari petasan yang dibuat di Filipina," ujar Leba (37), salah satu pedagang yang menjajakan petasan rakitan tersebut, Jumat (28/12).

Petasan yang dijual Leba berupa rakitan dari kaleng-kaleng susu bekas. Kaleng-kaleng tersebut disambung sedemikian rupa hingga berbentuk seperti bazoka. Lalu ujungnya dipasangi pemantik yang dimodifikasi dari korek api gas. Agar terlihat rapi, bazoka kaleng tersebut diperkuat dengan melilitkan selotip tebal. Dan kemudian ditempeli dengan beraneka plastik bercorak.

"Untuk membuat bazoka ini mengeluarkan suara dentuman, ujung bagian pemantiknya disemprotkan dengan cairan spirtus. Lalu diguncang-guncang kemudian dipicu dengan pemantik," jelas Leba sambil memperagakan bazoka kaleng jualannya.

Petasan rakitan tersebut mampu mengeluarkan bunyi dentuman yang cukup kuat. Bahkan untuk ukuran yang besar, suara letusannya menyerupai dentuman bom rakitan. Tak jarang banyak warga yang merasa terganggu dengan bunyi letusannya.

"Sudah terasa menganggu, suaranya cukup memekakkan telinga saya. Jadi tidak nyaman berada di jalan," ujar seorang ibu yang kebetulan lewat di tempat Leba berjualan di Pasar Bersehati Manado.

Walaupun dirasa menganggu dan mengeluarkan bunyi yang cukup keras, namun petasan rakitan tersebut nyatanya dimainkan dengan bebas oleh warga Manado. Jika malam tiba, di sepanjang jalan utama terlihat banyak warga yang membunyikan petasan rakitan tersebut. Bahkan tak jarang moncongnya diarahkan ke kenderaan yang lewat. Demikian pula pedagang dengan bebasnya menjual bazoka kaleng tersebut.

"Sejauh ini belum ada yang melarang. Harganya tergantung ukurannya. Saya menjualnya mulai dari Rp 60 ribu hingga Rp 150 ribu," kata Leba.

Beberapa tahun terakhir warga Manado selalu menyambut malam pergantian tahun dengan membunyikan berbagai jenis petasan. Bahkan pemerintah daerah juga menggelar pesta kembang api dalam memeriahkan malam pergantian tahun. Suasana yang kondusif dalam setiap perayaan tahun baru membuat aparat kepolisian sedikit mentoleransi peredaran petasan dan kembang api.


Penulis: Kontributor Manado, Ronny Adolof Buol
Editor : Farid Assifa