Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Hunian

Bekasi Utara Perlu Diperhitungkan

Rabu, 19 Desember 2012 | 18:18 WIB

BEKASI, KOMPAS.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai kuartal keempat 2012 tidak hanya dirasakan oleh kota-kota besar. Kota-kota satelit pendukung kota besar lainnya juga mengalami dampak positif dari kemajuan tersebut.

Salah satu kota satelit yang tergolong berhasil mengembangkan daerahnya seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah Bekasi. Pengembang-pengembang berskala nasional pun mulai giat membangun berbagai perumahan serta infrastruktur di kawasan ini.

ISPI Grup misalnya, adalah salah satu pengembang yang tengah membangun kota mandiri Mutiara Gading City di kawasan ini. Mutiara Gading City merupakan proyek ketigapuluh ISPI sekaligus proyek terbesar yang pernah digarap perusahaan tersebut.

Proyek tersebut mencakup wilayah seluas 300 hektare yang terletak di Bekasi Utara. Dari 300 hektare itu, 20 % komposisi wilayah ini akan didedikasikan untuk pembangunan tiga danau buatan dan pusat kegiatan komersil lainnya. Sementara itu, 80 % akan dialokasikan untuk perumahan.

"Ini merupakan bagian dari Bekasi Utara. Jalan tol dari Cikarang ke Tanjung Priok ada di sebelah kiri. Kalau jalan tol itu sudah jadi, dari Kelapa Gading cukup 15 menit," ujar Komisaris Utama ISPI Grup Preadi Ekarto di Bekasi, Rabu (19/12/2012).

Dia mengatakan, meski menyadari pembangunan kota mandiri Mutiara Gading City tidak akan selesai dalam waktu dekat, pihaknya tetap percaya diri dengan proyek ini. Sampai saat ini, ISPI telah sukses menjual 1000 unit rumah dengan nilai investasi sebesar Rp 300 miliar di tiga klaster Napoli, Palermo, dan Milano.

"Tahun 2013 mendatang kami harapkan akan menjual kembali hunian dengan target investasi Rp 600 miliar," timpal Direktur Utama ISPI Grup, Joseph Remmy Kohar.

Ketua Umum DPP REI Setyo Maharso menambahkan, Bekasi Utara merupakan salah satu lokasi yang patut diperhitungkan saat ini. Ia memprediksi, lima tahun lagi lokasi tersebut dapat menjadi pusat kota bagi Bekasi lantaran akses mudah dari dan menuju Kelapa Gading.


Editor : Latief