Selasa, 29 Juli 2014

News / Regional

Indeks Demokrasi Indonesia Belum Baik

Senin, 15 Oktober 2012 | 21:49 WIB

   

 

PALANGKARAYA, KOMPAS.com-  Penerapan demokrasi di Indonesia masih perlu dibenahi. Perbaikan itu dibutuhkan berdasarkan indeks demokrasi Indonesia (IDI) yang dianggap belum cukup baik. Tekanan yang dialami kalangan minoritas, intimidasi terhadap penganut keyakinan tertentu, dan berbagai konflik masih terjadi.

Anggota Tim Ahli IDI, Musdah Mulia di Palangkaraya, Kalteng, Senin (15/10/2012), mengatakan, angka indeks demokrasi yang baik yakni 80 atau lebih. Pada tahun 2009 misalnya, tidak ada provinsi yang meraih indeks dengan angka itu. Indeks tertinggi pada tahun itu diraih Kalteng dengan angka sebesar 77.

Sementara, indeks nasional pada tahun itu hanya sebesar 67,3. Nusa Tenggara Barat meraih angka terendah sebesar 58,12. Angka IDI secara nasional itu pun menurun pada tahun 2010 menjadi 63. Indeks pada tahun 2011 belum ditetapkan karena masih dikaji.

Angka IDI malah turun. Jika tujuan demokrasi yang hakiki tercapai, masyarakat seharusnya hidup tenang. "Indeks bisa semakin baik jika masyarakat memiliki keadaban," katanya. Sikap yang tidak menghargai keberagaman membuat indeks demokrasi belum cukup baik.

 


Penulis: Dwi Bayu Radius
Editor : Tjahja Gunawan Diredja