Palangkaraya Hanya Punya Satu Pos Pemadam Kebakaran - Kompas.com

Palangkaraya Hanya Punya Satu Pos Pemadam Kebakaran

Kompas.com - 13/10/2012, 15:01 WIB

PALANGKARAYA, KOMPAS.com -- Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, hanya memiliki satu pos pemadam kebakaran, yakni di Jalan Diponegoro. Sebenarnya terdapat dua pos namun tempat lainnya di Jalan Tjilik Riwut itu tidak berfungsi karena keterbatasan personel dan mobil pemadam.

Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pemadam Kebakaran Palangkaraya, Wawan Berlison, tempat yang tidak digunakan, yakni Pos Aju Bukit Batu Tangkiling. "Jumlah dua pos, dengan satu di antaranya yang tak berfungsi itu masih amat jauh dari ideal," kata Wawan, Sabtu (13/10/2012).

Idealnya Palangkaraya memiliki tujuh pos berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) mengenai perbandingan dengan jumlah penduduk. Jumlah penduduk Palangkaraya sekitar 220.000 orang. Sementara, satu pos harus didirikan untuk setiap 30.000 penduduk.

Jumlah personel pemadam kebakaran di Palangkaraya sebanyak 34 orang dengan armada sebanyak empat mobil pun masih jauh dari jumlah ideal, yaitu 550 personel dengan 22 mobil.

"Tanggulangi penyebab kebakaran dengan menyediakan alat pemadam secara swadaya dan membentuk barisan sukarelawan untuk ketahanan terhadap bahaya tersebut," kata Wawan. ujarnya.

Wawan menambahkan, masyarakat juga perlu mengganti instalasi listrik yang sudah berusia lebih dari 10 tahun.


EditorNasru Alam Aziz
Komentar

Terkini Lainnya

Seekor Anjing Tertembak Tiga Kali demi Lindungi Tuannya dari Perampok

Seekor Anjing Tertembak Tiga Kali demi Lindungi Tuannya dari Perampok

Internasional
Ekspedisi Alat Musik Nusantara, Belajar Kearifan dari Gamelan

Ekspedisi Alat Musik Nusantara, Belajar Kearifan dari Gamelan

Regional
Kemenpora Gelar Pemanduan dan Identifikasi Bakat di Bangli

Kemenpora Gelar Pemanduan dan Identifikasi Bakat di Bangli

Olahraga
PDI-P: Zulkifli Hasan Minta Diprioritaskan Bertemu Megawati

PDI-P: Zulkifli Hasan Minta Diprioritaskan Bertemu Megawati

Nasional
Pedagang Blok G: Katanya Kami Mau Dipindah, tetapi Enggak Ada Kepastian...

Pedagang Blok G: Katanya Kami Mau Dipindah, tetapi Enggak Ada Kepastian...

Megapolitan
Peserta Kejurnas Renang Antar-perkumpulan Petrokimia Cup Meningkat

Peserta Kejurnas Renang Antar-perkumpulan Petrokimia Cup Meningkat

Olahraga
Serangkaian Serangan Taliban di Afghanistan, 23 Orang Tewas

Serangkaian Serangan Taliban di Afghanistan, 23 Orang Tewas

Internasional
Azyumardi: Saya Sarankan Kepala BNPT Jangan Hanya Perhatikan Terorisnya

Azyumardi: Saya Sarankan Kepala BNPT Jangan Hanya Perhatikan Terorisnya

Nasional
'Gara-gara Film Black Panther, Banyak yang Cari Baju Koko ke Sini'

"Gara-gara Film Black Panther, Banyak yang Cari Baju Koko ke Sini"

Megapolitan
Kelelahan, Risma Hampir Pingsan Seusai Bersih-Bersih Pantai

Kelelahan, Risma Hampir Pingsan Seusai Bersih-Bersih Pantai

Regional
Disebut Paling Disetujui Jadi Cawapres Prabowo, Bagaimana Tanggapan Anies?

Disebut Paling Disetujui Jadi Cawapres Prabowo, Bagaimana Tanggapan Anies?

Megapolitan
Jelang Tanding Lawan Sandiaga, Susi Pudjiastuti Tinjau Danau Sunter

Jelang Tanding Lawan Sandiaga, Susi Pudjiastuti Tinjau Danau Sunter

Megapolitan
Usung Jokowi sebagai Capres, PDI-P Jalin Komunikasi dengan Parpol Luar Koalisi

Usung Jokowi sebagai Capres, PDI-P Jalin Komunikasi dengan Parpol Luar Koalisi

Nasional
Jalur Kereta Cirebon-Purwokerto Bisa Dilintasi, Keberangkatan dari Stasiun Senen Berangsur Normal

Jalur Kereta Cirebon-Purwokerto Bisa Dilintasi, Keberangkatan dari Stasiun Senen Berangsur Normal

Megapolitan
Nyatakan Cinta ke Penumpang di Bawah Umur, Sopir Taksi Dideportasi

Nyatakan Cinta ke Penumpang di Bawah Umur, Sopir Taksi Dideportasi

Internasional

Close Ads X