Selasa, 2 September 2014

News / Regional

Orang-orangan Sawah, Simbol Penolakan Petani Urut Sewu

Rabu, 10 Oktober 2012 | 18:53 WIB

KEBUMEN, KOMPAS.com Petani di kawasan Urut Sewu, pesisir selatan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, memasang puluhan orang-orangan sawah di sekitar pintu masuk kawasan penambangan pasir besi di sepanjang Jalan Daendels atau Jalur Lintas Selatan-selatan. Pemasangan orang-orangan sawah itu sebagai bentuk penolakan terhadap rencana eksploitasi tambang pasir besi.

Berdasarkan pantauan Kompas, Rabu (10/10/2012), orang-orangan sawah dipasang petani setelah melewati Sungai Luk Ulo, yang merupakan perbatasan Kabupaten Purworejo dan Kebumen. Orang-orangan sawah tersebut berjajar di tepi jalan yang melintasi Kecamatan Mirit, Ambal, dan Buluspesantren.

Menurut Ketua Umum Urut Sewu Bersatu, Widodo Sunu Nugroho, warga di kawasan Urut Sewu, tetap menolak eksploitasi pasir besi dengan alasan apa pun. "Tidak ada negosiasi. Kami sepakat Urut Sewu tetap menjadi kawasan pertanian dan agrowisata," ujarnya.

Tahap pertama penambangan pasir besi di Urut Sewu dilakukan di lahan seluas 10 hektar, dari total izin penambangan seluas 984 hektar. Lahan terletak di enam desa Kecamatan Mirit, yakni Wiromartan, Tlogopragoto, Tlogodepok, Lembupruwo, Mirit, dan Mirit Petikusan. Penambangan diperkirakan dilakukan hingga 10 tahun ke depan.

Selain orang-orangan sawah, warga juga mendirikan posko di depan pintu masuk kawasan penambangan. Mereka bergilir untuk berjaga di posko tersebut supaya penambangan pasir besi tidak jadi dilakukan.


Penulis: Gregorius Magnus Finesso
Editor : Agus Mulyadi