Garuda Membenarkan Adanya Harimau Mati di Pesawat - Kompas.com

Garuda Membenarkan Adanya Harimau Mati di Pesawat

Kompas.com - 03/10/2012, 21:12 WIB

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Terkait kematian seekor harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) saat dikirim melalui penerbangan pesawat Garuda Indonesia dari Banda Aceh ke Surabaya, pihak Garuda Indonesia membenarkan adanya hal tersebut, Rabu (3/10/2012).

"Benar ada binatang harimau yang mati pada saat dalam pengiriman dengan Garuda dari Banda Aceh ke Surabaya melalui Medan," kata Bagian Humas Garuda Indonesia, Pujobroto.

Saat ini, lanjut dia, Garuda Indonesia masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut menyangkut hal yang menjadi penyebab matinya harimau berusia 7-8 tahun itu.

Lebih jauh dia mengatakan, Garuda memiliki dan menerapkan prosedur pengiriman satwa sesuai standar pengiriman pengangkutan udara.

Sebelumnya diberitakan, seekor harimau Sumatera dari Banda Aceh yang hendak dikirim ke Jatimpark 2, Jawa Timur, mati. Satwa yang dikirim oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh tersebut diduga mati saat diterbangkan dengan pesawat Garuda Indonesia dari Bandar Udara Sultan Iskandar Muda Aceh menuju Surabaya, Selasa (2/10).

Kepala Subbagi an Tata Usaha BKSDA Aceh, Afan Absori, Rabu (3/10/2012), mengungkapkan, dari hasil autopsi sementara di Laboratorium Universitas Syiah Kuala, ditemukan adanya memar di pipi kanan harimau tersebut.

Ditemukan pula darah yang keluar dari mulut, hidung, serta mata satwa itu. Kaki kanan harimau itu juga didapati mengalami cerai sendi.

"Kami masih akan klarifikasi ke Garuda, mengapai hewan ini dipulangkan, termasuk mengenai penyebab kematiannya," kata Afan.

Dia menuturkan, harimau yang diberi nama Teungku Agam ter sebut ditangkap pada 26 November 2010 silam di Aceh Selatan. Penangkapan dilakukan karena hewan yang berumur sekitar 7-8 tahun tersebut sempat memakan korban manusia. BKSDA Aceh lalu mengarantina satwa itu di BKSDA Banda Aceh.

Beberapa waktu lalu ada, ada permintaan pengiriman harimau tersebut dari Lembaga Konservasi Jatimpark 2. BKSDA Aceh pun menyetujui pengiriman. Pada tanggal 2 Oktober pengiriman dilakukan bersamaan dengan pengiriman tiga hewan lainnya, yaitu dua ekor binturong (Artictis binturong) dan seekor siamang.

Proses pemindahan mulai dari pengemasan dan penyiapan kandang, dan transfer satwa ke kandang ke bandara di Banda Aceh kami lakukan. Hewan itu dalam kondisi sehat dan layak terbang, kata dia.

Empat ekor hewan itu diterbangkan dengan p esawat GA 143 pada 2 Oktober 2012, pukul 11.25 dengan paket Cargo Animal Live. Namun, sampai di Medan, saat pesawat tersebut transit, pihak Garuda memutuskan mengembalikan hewan-hewan tersebut kembali ke Bandara SIM Aceh dengan pesawat GA 146 dan tiba sek itar pukul 16.33. 

 

 


EditorRobert Adhi Ksp
Komentar

Close Ads X