Jumat, 22 Agustus 2014

News / Regional

SURABAYA

Bekas Kantor Konjen AS Jadi Sasaran Aksi Protes

Jumat, 21 September 2012 | 16:32 WIB

Terkait

SURABAYA, KOMPAS.com - Ratusan orang dari berbagai ormas Islam Surabaya menggelar aksi protes atas film "Innocence of Moslem" dan terbitnya Majalah Perancis "Charlie Hebdo" yang memasang gambar kartun Nabi Muhammad tanpa busana.

Mereka menggelar orasi di depan bekas kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat (Konjen AS) di Jalan Dr Soetomo Surabaya, Jumat (21/9/2012).

Massa yang tergabung dalam Masyarakat Islam Surabaya (Gamis) yang terdiri dari aktivis Jamaah Anshorut Tauhid (JAT), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) dan Front Pembela Islam (FPI) itu memulai aksinya tepat setelah shalat Jumat dari depan Masjid Al-Falah di Jalan Raya Darmo, kemudian berjalan kaki menuju taman Bungkul, di depan bekas kantor Konjen AS di Jalan Dr Soetomo Surabaya.

Meski kantor itu tidak berpenghuni, namun penjagaan dari polisi tetap dilakukan. Massa yang sebagian besar mengenakan kain surban itu selain menyerukan jihad atas kezaliman yang dilakukan oleh Amerika Serikat, juga meminta pemerintah RI untuk memutus hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat.

"Tidak ada gunanya membangun hubungan dengan orang kafir," kata salah satu pengunjuk rasa Zulkarnaen.

Kata Zulkarnaen, aksi yang dilakukan itu adalah simbol perlawanan dan pembelaan umat muslim kepada Nabi Muhammad. "Meski kantor Konjen AS sudah tidak berpenghuni, pihaknya yakin, penghuni konjen AS tahu apa terjadi di sini," ujarnya.

Beberapa bulan lalu, kantor Konjen AS memang sudah menempati kantor baru di Citraland, kawasan perumahan elit di Surabaya Barat. Aksi berlangsung aman dengan kawalan ratusan polisi.

Isu bom molotov yang sempat beredar melalui pesan elektronik juga tidak terbukti. Selain mengawal pengunjuk rasa, ratusan polisi berpakaian lengkap juga disiagakan di sejumlah titik di Surabaya. 


Penulis: Kontributor Surabaya, Achmad Faizal
Editor : Glori K. Wadrianto