Sabtu, 25 Oktober 2014

News /

PERTANIAN

Kekeringan Belum Ganggu Produksi Pangan

Senin, 17 September 2012 | 02:47 WIB

Sigi, Kompas - Menteri Pertanian Suswono mengatakan, kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia hingga kini belum mengganggu produksi pangan dan memengaruhi ketahanan pangan nasional. Kalaupun kekeringan terus berlanjut, pemerintah sudah menyiapkan langkah antisipasi dengan hujan buatan.

Hal ini dikatakan Suswono saat berkunjung ke Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (16/9). Dalam kunjungannya, Suswono didampingi Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola dan Wakil Gubernur Sudarto. Mereka meninjau Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Hortikultura Bawang di Kecamatan Sigi Biromaru.

”Kekeringan memang terjadi di sebagian besar Pulau Jawa dan beberapa daerah lain, tetapi sebenarnya di wilayah lain tidak terjadi kekeringan, bahkan hujan. Sejauh ini kekeringan belum sampai mengganggu produksi atau mengancam ketahanan pangan nasional,” kata Suswono.

Menurut Suswono, sejauh ini areal yang terdampak kekeringan sekitar 23.000 hektar dari total luas areal sawah di Indonesia 13 juta hektar. Menurut Suswono, luasan ini belum signifikan mengancam produksi atau ketahanan pangan. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, luasan yang terdampak kekeringan tahun ini juga lebih kecil.

”Kami akan melihat akhir September atau awal Oktober, yakni saat masuknya musim hujan, apakah hujan atau malah kekeringan bertambah panjang atau terjadi El Nino. Jika ini yang terjadi, kami sudah menyiapkan langkah antisipasi, yakni hujan buatan untuk mengisi waduk-waduk yang kering,” kata Suswono.

Untuk sementara, Kementerian Pertanian sudah mengatur jadwal tanam sesuai dengan kalender tanam yang dikirim ke daerah. Dalam kalender tanam ini, petani diimbau menanam jenis tanaman seperti padi dan palawija sesuai dengan kondisi cuaca. Dengan kalender ini, petani diharapkan dapat mengatur kapan harus menanam padi dan kapan menanam palawija.

Rumah Pangan Lestasi yang ditinjau Menteri Pertanian adalah proyek percontohan nasional untuk program pemanfaatan halaman untuk tanaman palawija dan hortikultura serta kolam ikan. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sigi Agus Lamakarate mengatakan, program ini sudah jalan di sebagian wilayah Sigi. Dalam program ini, warga diajarkan untuk menanam sayur-sayuran di halaman rumah, termasuk membuat kolam ikan kecil.

”Minimal kebutuhan sehari-hari sebagian bisa diambil dari halaman, misalnya sayur, cabai, tomat, bahkan ikan,” kata Agus.

(REN)


Editor :