Jumat, 19 September 2014

News / Regional

Seekor Biawak Hebohkan Warga Parepare

Sabtu, 15 September 2012 | 09:31 WIB

PAREPARE, KOMPAS.com — Seekor biawak berukuran sekira 1 meter dengan berat sekira 30 kilogram tinggal di rumah warga bernama Pandu di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Soreang, Kota Parepare. Biawak yang dianggap kembar dari anak ketiganya bernama Fitra tersebut memiliki keunikan. Pada bagian kepalanya terdapat lafal mirip tulisan Allah.

Biawak yang diberi nama Fitron ini pun menghebohkan warga sekitar. Ratusan warga yang penasaran berkunjung ingin melihat langsung kebenaran cerita tersebut, bahkan mengelus kepala biawak tersebut. "Sudah tiga hari ini, ia (biawak) tinggal dalam rumah di dekat Pasar Lakessi karena ingin ikut bersama saya. Setelah saya memberitahu sandro (sebutan untuk paranormal), ia mengatakan itu adalah anak saya yang sudah 24 tahun tinggal di air," kata Pandu, Jumat (14/9/2012) kemarin.

"Kita sengaja memanggil grup musik rebana agar memeriahkan kepergian anak saya. Itu atas permintaannya saat saya mimpi semalam," ujar Pandu yang berniat melepas biawak itu ke air.

Saat musik rebana dimainkan, anak kedua Pandu bernama Parman langsung berteriak histeris. Tiba-tiba saja dia naik ke tempat tidur dekat biawak itu dipangku, lalu tiarap menirukan gaya binatang melata tersebut. "Dia sedang kerasukan adiknya," kata Muhamad, seorang paranormal yang melaksanakan ritual pelepasan biawak itu.

Saat pihak keluarga bersepakat mencari sungai di sekitar Kota Parepare, di mana nantinya Fitron akan dikembalikan, terjadi lagi kejadian aneh. Saat hendak diturunkan di Sungai Karajae, sekira 15 kilometer dari rumah Pandu, Fitron merangkul erat tubuh paranormal yang menggendongnya. "Dia tidak mau kembali, kita harus kembalikan ke rumah orang tuanya lagi," kata Muhamad.

Akhirnya, Muhamad beserta rombongan yang hendak melepas kepergian Fitron kembali membawa biawak tersebut ke rumah Pandu.


Penulis: Kontributor Pinrang, Suddin Syamsuddin
Editor : Glori K. Wadrianto