Sabtu, 30 Agustus 2014

News / Regional

Perkebunan

Warga Kembali Bergairah Tanam Lada

Minggu, 2 September 2012 | 14:53 WIB

BENGKULU, KOMPAS.com - Petani di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, mulai kembali bergairah menanam lada yang selama ini dibiarkan mati.

Mereka menilai hama yang selama ini menyerang tanaman lada dan dadap sebagai batang panjat pohon lada, sudah berhenti menyerang.

Seorang petani asal Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Sukarni, hari Minggu (2/9/2012) ini, mengatakan, sudah tidak ada lagi tanaman lada maupun dadap yang mati karena hama. Dari seperempat hektar tanaman lada yang masih tersisa, diperoleh hasil panen 1,5 kuintal.

"Harga lada sekarang lumayan tinggi, sekitar Rp 50.000 per kilogram. Mungkin karena stoknya sedikit. Sekarang petani mulai bergairah lagi menanam lada, apalagi harganya sedang bagus," ujar Sukarni.

Sekitar abad ke-17 Masehi, lada dari Kaur pernah menjadi komoditas primadona yang banyak dijual di Pelabuhan Banten. Inggris yang terusir dari Banten, karena kalah bersaing dengan Belanda, pun kemudian datang ke Bengkulu dan menjalin kerja sama perdagangan lada dengan kerajaan di daerah itu.

Akan tetapi padatahun 1980-an, hama menyerang tanaman lada dan dadap sebagai batang panjatnya. Lada yang semula menjadi penopang ekonomi sebagian besar warga Kaur pun mati, dan mulai ditinggalkan. Petani lebih memilih menanam karet dan kelapa sawit.


Penulis: Adhitya Ramadhan
Editor : Agus Mulyadi