Selasa, 21 Oktober 2014

News / Regional

Pesawat Tidak Bisa Mendarat di Jambi

Selasa, 28 Agustus 2012 | 12:04 WIB

JAMBI, KOMPAS.com-Kabut asap di wilayah Jambi, Selasa (28/8/2012), semakin pekat dibanding hari-hari sebelumnya. Tak satu pun pesawat diizinkan mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi hingga pukul 11.00, demi alasan keamanan penumpang.

Sejak pukul 06.00 hingga 11.00, kabut asap menebal. Koordinator Bidang Pengkajian dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG ) Jambi, Kurnianingsih mengatakan, kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan telah mengakibatkan jarak pandang hanya mencapai 800 meter. Kabut asap sudah muncul sejak 8 Agustus lalu. kepekatan kabut asap kali ini merupakan yang terburuk.

"Hingga pukul 11.00, kami belum merekomendasikan pesawat dari Jakarta mendarat di Jambi. Untuk sementara, penumpang tetap menunggu di Jakarta hingga kondisi jarak pandang membaik," ujar Kurnianingsih.

Memburuknya jarak pandang akibat kabut asap, lanjut Kurnianingsih, diperkirakan terkait upaya pemadaman di sejumlah lokasi kebakaran lahan dan hutan. Dalam beberapa hari terakhir, pemadaman lahan berlangsung di selatan Jambi. Hujan juga sempat turun di wilayah tenggara. Berkurangnya sumber api diikuti dengan meningkatnya jumlah asap. "Apinya mulai padam, tetapi asapnya yang semakin pekat," tambahnya.

 


Penulis: Irma Tambunan
Editor : Tjahja Gunawan Diredja