Rabu, 22 Oktober 2014

News / Regional

PDI-P Kecam Penyerangan di Cisalopa

Rabu, 22 Agustus 2012 | 15:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengecam aksi massa yang menyerang perkampungan Cisalopa, Desa Bojong Tipar, Sukabumi, Jawa Barat, tempat penganut aliran agama yang dinamakan Tarekat At Tijaniyah Mutlak. Sikap itu disampaikan politisi PDI-P yang juga anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, Eva Kusuma Sundari, melalui pesan singkatnya, Rabu (22/8/2012).

Eva mengatakan, penyerangan itu sangat memprihatinkan. Masyarakat semakin gampang tersulut gosip dan semakin permisif terhadap kekerasan hingga mengakibatkan penghilangan nyawa. Kehadiran provokator di tengah masyarakat, kata Eva, seharusnya bisa diantisipasi kepolisian setempat apabila keberadaan Polsek kuat.

Mabes Polri, kata Eva, sepatutnya memberi perhatian lebih dalam hal pengamanan di wilayah Jawa Barat. Pasalnya, di wilayah itu sering terjadi kekerasan berlatar belakang agama. PDI-P, tambah dia, juga menuntut Menko Polhukam Djoko Suyanto menyikapi serius keberadaan organisasi masyarakat yang kerap melakukan kekerasan.

"Keberadaan aliran yang tidak mainstream sepatutnya menjadi perhatian pembinaan ormas besar seperti NU (Nahdlatul Ulama) dan Muhammadiyah. Harus dibina komunikasi sehingga keberadaan mereka dapat dihindarkan menjadi sasaran kelompok garis keras," kata Eva.

Eva menambahkan, "PDI-P berharap kecenderungan tindakan anarkisme berlatar belakang agama segera dihentikan sehingga tidak menodai upaya membangun Indonesia yang demokratis berdasarkan Pancasila."

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Polres Sukabumi, Jawa Barat, telah menangkap seorang pimpinan aliran yang dianggap sesat, Toriqoh AtijaniI Mutlak Cimahi, Sumarna, dan beberapa pengikutnya di Kampung Cisalopa, Desa Bojongtipar, Kecamatan Jampang Tengah, Sukabumi, Jawa Barat. Mereka diduga menjadi pelaku pembunuhan Edin, pemimpin organisasi kemasyarakatan (ormas) GARIS di Kecamatan Jampang Tengah. 

Awalnya, Edin hilang sejak Selasa (14/8/2012). Warga menduga Edin berada di rumah Sumarna. Hingga Minggu (19/8/2012) siang, ribuan warga Kampung Cisalopa kembali berkumpul mencari keberadaan Edin. Namun, Edin tak juga ditemukan, hingga massa pun akhirnya melakukan perusakan dan pembakaran rumah Sumarna.

Setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan oleh Polres Sukabumi, akhirnya terungkap bahwa Edin telah dibunuh Sumarna dan pengikutnya pada Selasa (14/8/2012) silam. Sumarna dan pengikutnya melenyapkan nyawa Edin sekitar pukul 21.00. Mayat Edin dikuburkan di belakang rumah Sumarna.

Setelah kasus tersebut terungkap, pada Minggu malam petugas kepolisian menemukan jasad Edin di pekarangan kebun singkong yang berjarak sekitar 500 meter di belakang rumah Sumarna. Mendengar informasi meninggalnya Edin, masyarakat sekitar dan ormas GARIS pun kembali melakukan perusakan dan membakar rumah Sumarna dan pengikutnya.

Sumarna dan pengikutnya sendiri telah ditangkap pada Kamis (16/8/2012) akibat pernyataannya bahwa pada Jumat (17/8/2012) pukul 02.00 akan terjadi kiamat. Saat itu, masyarakat Desa Bojongtipar dan sekitarnya sempat berkumpul di kediaman Sumarna untuk mengecam pernyataannya.

Dalam kasus tersebut, awalnya Polres Sukabumi mendapat laporan dari masyarakat setempat mengenai adanya aliran sesat Toriqoh Atijani Mutlak Cimahi sejak Minggu (8/7/2012). Aliran sesat tersebut dipimpin oleh Sumarna di Kampung Cisalopa, Desa Bojong Tipar, Kecamatan Jampang Tengah.


Penulis: Sandro Gatra
Editor : Glori K. Wadrianto