Rabu, 16 April 2014

News / Megapolitan

Polisi: Kecelakaan Ducati "Human Error"

Rabu, 22 Agustus 2012 | 15:19 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian Daerah Metro Jaya masih meneliti penyebab kecelakaan sepeda motor Ducati Sport 1000 S yang menewaskan Direktur PT Adaro Energy, Tbk, Andre J Mamuaya. Namun, dari penyelidikan sementara, kecelakaan itu terjadi karena faktor kelalaian manusia.

"Untuk sementara, kami lihat ini kecelakaan karena faktor human error," ujar Kepala Subdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Sudarmanto, Rabu (22/8/2012) di kantornya.

Hal ini dikuatkan dengan temuan kepolisian di sekitar lokasi saat itu tidak ada kerusakan jalan ataupun faktor cuaca yang mengganggu. Selain itu, kendaraan Toyota Innova yang ditabrak Andre juga melaju pelan dengan kecepatan 10 km per jam karena posisi bagian kepala mobil sedang mengarah masuk ke dalam gedung Plaza Central.

"Innova itu juga sudah kasih tanda lampu sein akan berbelok kiri. Alasan kenapa dia (Andre) menyalip ambil kiri ini yang kita enggak tahu sampai sekarang," kata Sudarmanto.

Dari keterangan saksi mata, Andre melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Bundaran HI menuju Semanggi di jalur lambat. Namun, saat melintas di depan Plaza Central, sepeda motor sport Andre justru menyalip dari kiri kendaraan Toyota Innova yang ada di depannya yang hendak masuk ke dalam gedung. Akibatnya, tabrakan pun tak terhindari.

Saksi, sebut Sudarmanto, mengatakan tidak melihat tanda-tanda Ducati milik Andre mengerem mendadak. Di sekitar lokasi polisi juga tidak menemukan bekas rem.

"Berarti kecepatannya sangat tinggi dan langsung menabrak karena tidak ada bekas rem di lokasi. Dugaannya ini human error bisa karena faktor kecepatan yang melebihi batas normal ataupun karena konsentrasi kurang," katanya lagi.

Diberitakan sebelumnya, Andre tewas dalam kecelakaan hebat di depan Plaza Central, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/8/2012) pagi sekitar pukul 09.45. Sepeda motor balap Ducati B 5555 XS milik Andre menabrak Toyota Innova B 1348 PKP yang hendak masuk ke dalam gedung.

Akibat tabrakan itu, tubuh Andre terpental. Kepala sang penyuka otomotif dan bola basket ini pun membentur pot bunga sebelum akhirnya terkapar di trotoar jalan. Meski sudah dibawa ke Rumah Sakit Siloam, nyawa Andre tidak terselamatkan.

Semasa hidupnya, Andre dikenal sebagai pebisnis muda yang menjadi Direktur PT Adaro Energy, Tbk. Dia juga pemilik klub basket Garuda Bandung dan terlibat aktif dalam berbagai klub otomotif mobil dan sepeda motor mewah. Andre meninggalkan dua orang anak, yakni Azaria Rafi Mamuaya (9) dan Azel Rasyid Mamuaya (7), serta seorang istri bernama Arini Subianto.


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Ana Shofiana Syatiri