Kamis, 30 Oktober 2014

News / Megapolitan

Pemudik Keluhkan Tiket Bus Eksekutif

Senin, 13 Agustus 2012 | 17:00 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki H-6 hari Raya Idul Fitri 1433 H, sejumlah PO (Perusahaan Otobus) bus eksekutif bebas menaikkan harga tiket mudik. Para penumpang yang ingin menggunakan jasa bus eksekutif pun mengeluhkan kenaikan tersebut.

"Biasanya eksekutif itu Rp 180 ribu, sekarang sampai Rp 295 ribu yang isi dua-dua bangku," keluh Jumadi, pemudik asal Wirosari, Gerobogan, Purwodadi, Jawa Tengah, di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Senin (13/8/2012).

Sebagai guru PPKN di Wirosari, Jumadi mengaku sering pulang pergi Jakarta-Wonosari. Dia mengakui bahwa pelayanan Terminal Kalideres sudah cukup bagus. Pelayanan tiket pun tidak sulit. Namun jam pemberangkatan saja yang biasa molor.

Menanggapi keluhan-keluhan itu, Kepala Terminal Kalideres Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) Kalideres Hengky Sitorus menjelaskan, hanya bus ekonomi yang diatur tarifnya. Hal itu tertuang dalam peraturan Kementerian Perhubungan KM 1 2009 untuk Bus AKAP mengalami penetapan harga minimal Rp 139/km batas atas, untuk batas bawah Rp 86/km di wilayah Sumatera, Jawa, Bali dan NTT.

"Oleh karena itu, bus eksekutif bebas menaikkan harga tiket karena tidak ada peraturan Kementerian Perhubungan, dan kami tidak bisa mengontrol," kata Hengky.

Ia mengatakan, kenaikan harga bus eksekutif biasanya tidak lebih dari batasan normal kantong para penumpang.

Mengenai keterlambatan, Hengky mengatakan bahwa pihak PO tidak bisa memprediksi kemacetan atau kejadian-kejadian dalam perjalanan.

 


Penulis: Bima Setiyadi
Editor : Ana Shofiana Syatiri