Selasa, 22 Juli 2014

News / Regional

Tasbih Berumur 350 Tahun Kembali Digunakan Berzikir Selama Ramadhan

Sabtu, 28 Juli 2012 | 11:59 WIB

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Sebuah tasbih sepanjang 38 meter yang diperkirakan sudah berumur 350 tahun lalu kembali dimanfaatkan warga untuk menggelar zikir berjamaah setiap ramadhan tiba. Tasbih yang terbuat dari biji manjakani ini tidak hanya dimanfaatkan untuk sarana ibadah berupa zikir, tapi biji tasbih ini dipercaya sebagain warga bisa menjadi obat ampuh untuk menyembuhkan beragam penyakit.

Tasbih terpanjang ini konon pertama kali dibawa oleh ustadz Abdul Kadir dari tanah Arab saat pertama kali menyebar agama Islam di tanah Mandar. Tasbih berukuran panjang kurang lebih 38 meter dan memiliki 3.300 biji ini diwariskan secara turun temurun. Tasbih ini diperkirakan sudah berumur 350 tahun.

Dahulu hampir setiap hari tasbih ini dipergunakan oleh warga pada berbagai hajatan seperti khatam al Quran, maulid dan zikir kematian. Namun untuk menjaga kelestarian benda bersejarah ini, kini tasbih ini hanya dipakai berzikir saat bulan suci Ramadhan saja.

Tradisi berzikir di bulan Ramadhan misalnya digelar jamaah Mesjid Nurulhidayah Kecamatan Binuang Polewali Mandar. Para jamaah tampak larut dengan lantunan kalimat zikir "Lailaha illallah" yang diucapkan secara bersama.

Tasbih ini sendiri sudah beberapa kali dikunjungi oleh petugas balai sejarah dan benda purbakala untuk dimasukkan ke museum sebagai salah satu kekayaan cagar budaya Mandar, namun pewaris tunggal tasbih ini, Muslimin, enggan menyerahkan kepada petugas purbakala karena tasbih ini sangat dibutuhkan warga untuk menggelar ritual dan hajatan bagi masyarakat.

"Dulu tasbih ini hampir tiap hari dipinjam secara bergiliran untuk beragam hajatan seperti sunatan, hataman al Quran, maulid dan kegiatan agama lainnya," ujar Muslimin.

Sayangnya, biji tasbih yang semula berjumlah 3.300 biji sebagain telah dipreteli warga. Konon biji tasbih tak hanya digunakan sebagai alat atau sarana berzikir, tapi tasbih ini dipercaya sebagian warga Polewali Mandat bisa menyembuhkan beragam penyakit. Agar jumlahnya tetap sama 3300 biji sebagain biji tasbih terpaksa diganti dengan biji dari kayu khusus yang didatangkan dari Mesir.


Penulis: Kontributor Polewali, Junaedi
Editor : Pepih Nugraha