Senin, 22 September 2014

News / Regional

Dukun Palsu Pengganda Uang Ditembak

Kamis, 19 Juli 2012 | 19:22 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Seorang dukun palsu yang menjanjikan bisa menggandakan uang dan melukai korbannya, ditembak kakinya oleh polisi karena melawan saat ditangkap, Kamis (19/7/2012). Dukun palsu yang bekerja sebagai penjual bibit ikan tersebut bernama Edy (43) warga Mijen, Kabupaten Demak.

Pelaku mengelabuhi korbannya, Purwanti (48) warga Banyumanik, Semarang yang sedang terlilit utang. Ia mengajak korban melakukan ritual penggandaan uang di sebuah lahan kosong dekat kampus Universitas Dipenogoro pada Sabtu (14/7/2012) dini hari. Korban pun diminta menyiapkan uang minimal Rp 2,5 juta untuk digandakan.

Di tempat kejadian, korban diminta bersila, sedangkan pelaku membacakan mantra seperti layaknya dukun. Saat korban lengah, pelaku yang sudah menyiapkan tali di saku kemudian menjerat leher korban dari belakang hingga hampir mati.

Awalnya pelaku berencana membunuh korban, namun saat beraksi ada warga sekitar sedang mencari belalang dengan membawa senter. Karena kaget dan takut ketahuan, Edy kemudian kabur dengan membawa sepeda motor dan sejumlah uang milik korban.

Pelaku kabur hingga ke sejumlah kota namun kemudian berhasil ditangkap di rumahnya di wilayah Demak. Sedangkan korban berhasil ditemukan warga dan dibawa ke rumah sakit.

Kasat Binmas Polrestabes Semarang, AKBP I Nengah Wirta Darmayana mengatakan, pelaku telah merencanakan aksi tersebut. Dari tangan pelaku diamankan sejumlah barang bukti berupa sepeda motor Honda Supra X, dompet warna oranye berisi KTP, ATM dan kartu kredit serta satu tali warna biru sepanjang 130 cm.

"Edy melanggar Pasal 365 KUHP mengenai pencurian dengan kekerasan dan percobaan pembunuhan dengan ancaman sembilan tahun penjara," katanya. Kasus tersebut saat ini masih ditangani polisi. (K60-12)


Penulis: Kontributor Semarang, Puji Utami
Editor : Farid Assifa