Sabtu, 19 April 2014

News /

Petani Khawatirkan Penurunan Harga

Kamis, 12 Juli 2012 | 02:59 WIB

Baca juga

Jember, Kompas - Petani tembakau di Jember, Jawa Timur, khawatir harga tembakau akan anjlok pada musim panen kali ini. Prediksi itu karena panen bakal melimpah menyusul luasan lahan yang bertambah dan kondisi cuaca kembali membaik.

Berdasarkan pantauan hingga Rabu (11/7), ladang tembakau membentang dari Kecamatan Silo di Jember bagian timur hingga, Arjasa di bagian paling utara. Luas lahan tembakau mencapai 10.236 hektar. Jumlah ini diperkirakan masih terus bertambah. Tahun 2011, luas lahan tembakau kasturi hanya 9.182 hektar.

Peningkatan luas lahan karena banyak petani tergiur dengan harga tinggi pada tahun 2011 yang mencapai Rp 45.000 per kilogram. Selain itu, cuaca juga mendukung, yakni panas dan air yang cukup.

Sejumlah petani yang sempat berhenti akhirnya menanam tembakau lagi. Yoga Sumarna (27), warga Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari, misalnya, menanam tembakau lagi karena dianggap lebih menguntungkan dibandingkan menanam jagung atau kedelai. ”Kalau jagung harus disiram hingga lima kali, namun tembakau tiga kali saja sudah cukup sampai bisa panen,” katanya.

Diperkirakan panen tembakau kali ini melimpah. ”Itu berpengaruh pada harga. Hari ini saja (Rabu) harga turun 20 persen jadi Rp 20.000-Rp 25.000 per kg jenis kualitas terendah, padahal luas lahan yang dipanen baru 5 persen,” kata Hendro Andoko, petani Desa Ledokombo, Kecamatan Ledokombo.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Jember Abdurrahman menilai, kelebihan produksi tembakau kemungkinan akan terjadi, tetapi tidak membuat tembakau tidak terbeli. ”Berdasarkan pengalaman, tembakau dari petani selalu terserap karena pabrik kadang membeli lebih dari jumlah yang direncanakan. Namun, mungkin harganya yang berbeda, bisa jadi lebih murah,” katanya.

Harga murah membuat keuntungan petani berkurang bahkan merugi. Tahun ini ongkos produksi petani tembakau naik dari Rp 28,5 juta menjadi Rp 33 juta per hektar. Kenaikan itu disebabkan peningkatan harga pupuk dan tenaga kerja. Harga pupuk urea bersubsidi, misalnya, Rp 1.200 per kg pada 2011 . Tahun ini naik menjadi Rp 1.600 per kg. Tahun lalu dengan harga tembakau Rp 45.000 per kg, petani untung Rp 14,6 juta per hektar. Jika harga tahun ini lebih rendah, petani bakal merugi. Jumlah petani pemilik lahan tembakau di Jember sekitar 45.000 orang dengan luas lahan rata-rata 0,4 hektar per orang. (NIT/SIR)


Editor :