Jumat, 24 Oktober 2014

News / Regional

Pemukiman

Melanggar, Membangun Rumah di Lereng Bukit

Kamis, 31 Mei 2012 | 17:53 WIB

AMBON, KOMPAS.com- Lereng perbukitan di Ambon, Maluku, yang memiliki kemiringan lebih dari 40 derajat seharusnya tidak dipakai untuk lokasi bangunan karena rawan longsor. Namun kenyataannya, ribuan rumah dibangun di sana.

Kepala Dinas Tata Kota Ambon Novel Masuku di kantornya, Kamis (31/5/2012), mengatakan, banyak rumah dibangun di kawasan perbukitan yang rawan longsor di Ambon paskakonflik tahun 1999. Mereka tidak bisa kembali ke rumahnya karena konflik, sehingga terpaksa mencari lahan kosong di tempat lain meski lahan itu di lereng dengan kemiringan lebih dari 40 derajat.

Ini seperti terlihat di Kuda Mati, Batu Merah, Mangga Dua, dan Batu Meja. Lereng dengan kemiringan lebih dari 40 derajat seharusnya tidak boleh dibuat bangunan. "Makanya pemerintah tidak pernah mengeluarkan izin mendirikan bangunan bagi rumah-rumah di lereng tersebut," ujarnya.

Kini Dinas Tata Kota Ambon bersama BPBD Kota Ambon sedang memetakan kembali daerah-daerah rawan longsor yang banyak menjadi tempat hunian warga. Setelah pemetaan usai, sejumlah papan informasi yang isinya melarang segala bentuk kegiatan dan pembangunan rumah baru, akan dipasang di daerah-daerah rawan longsor.

Selain itu, pemerintah akan mencoba merelokasi warga yang memiliki rumah di daerah itu, ke daerah lain.


Penulis: Antonius Ponco A.
Editor : Thomas Pudjo Widijanto