Jumat, 19 September 2014

News / Regional

Ujian Nasional

Ditawari Gratis ke ITS, Novi Wulandari Masih Bingung

Sabtu, 26 Mei 2012 | 14:49 WIB

LAMONGAN, KOMPAS.com — Siswa SMA Negeri 2 Lamongan, Novi Wulandari, peraih hasil nilai ujian nasional peringkat kedua nasional sudah ditawari masuk ke Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS). Ikatan Alumni Statitistika dan dosen senior ITS menginginkan Novi masuk ITS gratis.

Salah seorang alumni Statitistika ITS, Gunardi, menyatakan, pihaknya telah menghubungi Novi. Tetapi, sejauh ini Novi belum memutuskan karena masih bingung. Sementara pihaknya baru memberi gambaran tentang kuliah di Jurusan Statistik. Novi sendiri telah mendaftar lewat jalur prestasi ke Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Jurusan Geofisika dan Statistika. Ia tinggal menunggu pengumuman.

Novi juga sudah lolos seleksi tahap pertama Sekolah Tinggi Ilmu Statistik. Ia masih harus menjalani proses seleksi tahap 2 dan tahap 3. "Kalau ayah ibu sih berharap bisa masuk STIS karena ikatan dinas dan tidak perlu memikirkan biaya," tutur Novi, Sabtu (26/5/2012).

Sementara ayahnya, M Mustakim, menyatakan hanya bisa mendukung dan mendoakan niat Novi melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. Selama ini biaya pendidikan Novi lebih banyak disokong beasiswa. Mustakim mendapatkan upah Rp 750.000 per bulan dari menjaga toko sepatu dan sandal di Pasar Lamongan milik kerabatnya.

Ibu Novi, Sepi Setyawati, mendapatkan upah Rp 500.000 dari bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Menurut Mustakim, kalau tidak ada beasiswa memang sangat berat membiayai pendidikan anaknya yang pintar itu. Tetapi, tekad anak keduanya itu sangat kuat.

"Kami berharap ada jalan untuknya melanjutkan kuliah. Selama ini dia juara satu terus, saat prestasinya jeblok ke peringkat lima, kami khawatir beasiswanya dicabut," ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Novi meraih nilai terbaik kedua nasional hasil UN dengan nilai 58,50, yang menduduki peringkat I Jawa Timur. Hasil itu diraih dengan belajar sekitar pukul 01.00-04.00 setelah shalat malam hingga menjelang shalat subuh.


Penulis: Adi Sucipto
Editor : Agnes Swetta Pandia