Rabu, 30 Juli 2014

News / Regional

Kontrasepsi

KB, Pria Masih Takut "Dikebiri"

Kamis, 3 Mei 2012 | 15:09 WIB

LAMONGAN, KOMPAS.com- Peserta keluarga berencana baru di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mencapai 118,69 persen dari target. Akan tetapi, kebanyakan pemakai alat kontrasepsi cenderung wanita, pria masih enggn ikut KB metode operasi pria (MOP). Proporsi akseptor KB dengan MOP hanya 0,12 persen dari metode KB yang ada.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Lamongan Hamdani Azahari, Kamis (3/5/2012), menyebutkan, peserta KB baru tertinggi di Lamongan tahun 2011 dengan metode suntik, mencapai 21.073 orang atau 48 persen dari keseluruhan capaian peserta KB baru 44.172 orang peserta.

Peserta Metode Operasi Pria (MOP) hanya 48 orang dan metoder operasi wanita (MOW) 516 orang. Peserta KB aktif ingga saat ini mencapai 234.915 dari target 188.161 pemenuhan permintaan masyarakat (PPM) atau mencapai 124,85 persen.

Tahun 2011 jumlah peserta KB baru metode Intra Uterine Device (IUD) mencapai 3.046 orang, metode kondom 1.629 orang, metode implant 7.103 orang, dan metode pil 10.757 orang. Dia menyebutkan, dari target 37.215 peserta KB baru, tercapai 44.172 orang peserta. "Tahun 2012 ditargetkan 36.849 peserta KB baru," kata Hamdani.

Menurut Hamdani, masih rendahnya kaum pria yang mengikuti KB jenis MOP ini karena masih kurangnya pemahaman mengenai kontrasepsi pria. Kedepan akan terus diupayakan kemitraan dengan berbagai sektor seperti dengan TNI, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Selama ini banyak rumor yang salah tentang alat kontrasepsi KB dengan jenis MOP, yakni menyamakan MOP dengan dikebiri. "Di kebiri adalah pengangkatan testis. MOP dilakukan dengan membuat satu atau dua sayatan kecil pada kulit scrotum (kantung buah zakar), kemudian saluran keluarnya diikat sehingga ketika keluar sudah tidak mengandung sperma lagi," katanya.

Dia menjelaskan, dengan MOP produksi hormon testoteron pria tetap berjalan seperti biasa. Sementara kebiri membuat laki-laki tidak bisa produksi sperma lagi. MOP tidak menimbulkan impotensi, semua fungsi kejantanan laki-laki masih normal setelah lakukan metode MOP.

"Pria yang ikut MOP sama saja men unjukkan rasa sayang suami pada istri karena mengambil alih tanggung jawab istri yang biasanya menggunakan alat kontrasepsi ketika pasangan sudah bersepakat untuk tidak memiliki anak lagi," ujar Hamadani.


Penulis: Adi Sucipto
Editor : Marcus Suprihadi