Jumat, 18 April 2014

News / Regional

Komunitas Gay Kecam Mujianto

Jumat, 17 Februari 2012 | 18:22 WIB

Baca juga

SITUBONDO, KOMPAS.com - Terungkapnya kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Mujianto terhadap sejumlah orang di Nganjuk, Jawa Timur menuai kecaman dari Komunitas Gay Situbondo yang tergabung dalam G-DO. Bahkan, G-DO meminta Mujianto alias Genthong (24) dihukum seberat-beratnya. Terlebih, motif pembunuhannya adalah soal asmara sesama jenis atau homoseksual.

Menurut Ketua G-DO David, perbuatan Mujianto tersebut mencoreng citra kaum gay di Indonesia. "Pelaku harus dihukum seberat-beratnya, " katanya, Jumat (17/2/2012).

Selain mengecam perbuatan Mujianto, G-DO menggelar doa bersama untuk para korban yang dibunuh oleh Mujianto. "Kami sangat prihatin dengan perbuatan sadis yang dilakukan oleh Mujianto. Karenanya, kami mengajak kepada para anggota G-DO Situbondo untuk melakukan doa bersama," ujar David bersama sejumlah anggota G-DO yang ditemui saat berkumpul di sekitar Alun-alun Kota Situbondo.

Usai berdoa bersama, David dan anggota G-DO melakukan diskusi dan memperbincangkan kesadisan Mujianto yang melakukan pembunuhan berantai dengan cara meracuni korbannya. Dengan nada geram mereka kembali mengecam perbuatan Mujianto. "Kami mewakili para anggota G-DO Situbondo sangat prihatin mendengar kabar kaum gay jadi pelaku pembunuhan lagi," ujar David.

Warga Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan ini mengungkapkan, kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Mujianto dengan motif asmara sesama jenis akan semakin menyudutkan kaum gay yang selama ini sudah dipandang sebelah mata. "Kami akui, rasa cemburu kaum gay kadang memang berlebihan. Tapi rasa cemburu besar itu tidak harus membunuh, melainkan harus menggunakan pendekatan," cetusnya.


Penulis: Ahmad Faisol
Editor : Glori K. Wadrianto