Minggu, 21 September 2014

News / Regional

Reagedi Mesuji

Inilah Lokasi Konflik di Mesuji Itu

Sabtu, 17 Desember 2011 | 10:10 WIB

Terkait

MESUJI, KOMPAS.com — Semenjak menjadi sorotan beberapa hari terakhir ini terkait dugaan ada video "pembantaian" warga, wilayah Mesuji, Provinsi Lampung, mendadak ramai dikunjungi wartawan dari berbagai media. Namun, mayoritas wilayah di pelosok Mesuji ini sangat tidak mudah dijangkau.

Untuk mencapai salah satu lokasi konflik, yaitu di Desa Sritanjung, Kecamatan Tanjung Raya, misalnya, pemburu berita harus bersusah payah mencapainya. Kondisi jalan menuju ke wilayah terpencil ini sangatlah buruk karena masih berupa tanah yang pada musim hujan penuh lumpur dan licin. Bahkan, untuk mencapainya, para wartawan harus rela menumpang truk petani dan melakukan off road melintasi jalan berlumpur.

Kendaraan mereka pun harus ditinggal di desa terdekat sejauh 12 kilometer dari Desa Sritanjung dan ganti menumpang truk yang biasa dipakai mengangkut kelapa sawit. "Naik mobil biasa dijamin bakal macet. Pakai truk yang sudah biasa aja tetap berisiko terjebak lumpur," ucap Syamsuddin (34).

Terbukti, pada Jumat (16/12/2011) malam, truk yang ditumpangi belasan wartawan dan kru televisi, termasuk Kompas, terjebak di jalan berlumpur tebal di tengah perkebunan sawit di Sritanjung.

Sebelumnya, truk beberapa kali tergelincir akibat licinnya jalan. Beruntung, dengan penuh solidaritas, warga yang mengawal wartawan dibantu sebuah truk yang melintas segera menarik truk naas yang terjebak di jalan yang mirip kubangan kerbau itu.

Setelah satu jam terjebak, truk ini dapat terbebas dari lumpur. Di sepanjang perjalanan ditemui sebuah mobil Honda CRV yang ditinggalkan begitu saja di tengah jalan akibat terjebak kubangan.

Mengingat lokasinya yang tidak mudah dicapai, jarak tempuh ke Sritanjung dari Pasar Simpang Pematang, Mesuji, memerlukan waktu 4 jam. Padahal, jarak tempuh hanya sekitar 30 km.


Penulis: Yulvianus Harjono
Editor : Marcus Suprihadi