Sabtu, 20 September 2014

News / Regional

Transmisi Penyakit

Gerakan Cuci Tangan untuk Tangkal Hepatitis A

Rabu, 14 Desember 2011 | 20:45 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Merebaknya kasus hepatitis A yang menjangkiti mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, dalam dua bulan terakhir diintervensi melalui pola hidup bersih. Pihak kampus pun melancarkan kampanye cuci tangan karena transmisi penyakit tersebut bermula dari gaya hidup tidak higienis.

Merebaknya kasus hepatitis A di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) mulai terdeteksi sejak pertengahan Oktober 2011, dengan puluhan mahasiswa yang absen mengikuti ujian tengah semester karena sakit.

Puncaknya baru terasa pada awal November saat ditemukan hampir 200 mahasiswa dengan kondisi tersebut dan ternyata gejala serupa juga ditemui pada masyarakat yang tinggal di sekitar kampus, tepatnya di Kecamatan Cidadap.

"Tidak ada lagi yang bisa dilakukan untuk memutus rantai penularan selain memberikan penyadaran kepada mahasiswa ataupun masyarakat untuk hidup sehat, yang dimulai dari mencuci tangan," ujar Rektor Unpar Robertus Wahyudi Triweko, Rabu (14/12/2011).

Meski tidak mengetahui efektivitas dari kampanye yang dilancarkan dalam sebulan terakhir, laporan mahasiswa yang terkena hepatitis A hingga awal Desember melorot jumlahnya hingga mencapai 2-3 kasus saja.

Selain kampanye cuci tangan, sebetulnya Unpar juga memberikan subsidi bagi 512 mahasiswa agar mendapatkan vaksin hepatitis A. Dari harga vaksin Rp 200.000 untuk sekali suntik, pihak kampus hanya membantu Rp 100.000. Jumlah penerima subsidi, diakui Triweko, belum signifikan mengingat jumlah mahasiswa di sana sebanyak 10.000 orang.

Hingga dua bulan setelah kasus hepatitis A merebak, pihak kampus belum juga mengetahui sumber penularan tersebut. Namun, melihat virus yang berasal dari tinja, Triweko menduga penyebabnya adalah kantin di dalam ataupun di luar kampus, ada penularan dalam proses penyiapan makanan sehingga masuk ke dalam tubuh, kemudian menular kepada yang lainnya.

Kepala Seksi Pemantau Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung Yorisa Sativa menuturkan bahwa secara umum jumlah penderita hepatitis A yang dilaporkan dari wilayah Cidadap mencapai 30 orang selama dua minggu terakhir. Menurut dia, penularan penyakit dari makanan itu hanya bisa ditangkal dengan pola hidup bersih ataupun persiapan makanan hingga disajikan.

Yorisa menengarai warung-warung di sekitar kampus yang menawarkan makanan dengan harga murah kurang bersih dalam mencuci peralatan makanan. "Biasanya mencuci dengan air yang tidak mengalir dan kurang bersih sehingga virus tidak mati sepenuhnya," katanya.

Meningkatnya curah hujan berujung banjir juga dituding sebagai penyebab hepatitis A kian mudah menular. Pasalnya, virus lebih mudah menyebar karena terbawa genangan air. 


Penulis: Didit Putra Erlangga Rahardjo
Editor : Robert Adhi Ksp