Tidak Mau Ikut Demo, Mahasiswa ITB Didemo - Kompas.com

Tidak Mau Ikut Demo, Mahasiswa ITB Didemo

Kompas.com - 14/12/2011, 19:05 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Bandung melakukan aksi solidaritas di depan Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu . Aksi tersebut untuk mengenang Sondang Hutagalung, mahasiswa yang tewas bakar diri di depan Istana Negara beberapa waktu lalu.

Dalam teatrikalnya, digambarkan seorang mahasiswa tergeletak dengan tubuhnya penuh lumpur sambil memegangi bendera merah putih dan patung burung garuda. Salah seorang peserta aksi Jainal Riko Frans Tampubolon yang juga Presiden Mahasiswa Universitas Langlangbuana mengatakan, teatrikal tersebut simbol Sondang atau nasib masyarakat kecil yang hidup miskin.

"Aksi ini dilakukan berbagai mahasiswa dari berbagai kampus. Artinya kita mahasiswa bersatu," kata Riko.

Ricuh

Pusat aksi di Jalan Ganeca, Bandung sempat ditutup oleh kepolisian. Dalam aksi tersebut juga sempat terjadi kericuhan. Kericuhan terjadi karena mahasiswa ITB tidak mau bergabung dengan mahasiswa lainnya pada aksi solidaritas tersebut.

Ketegangan terjadi ketika ratusan mahasiswa ingin memaksa masuk ke dalam Kampus ITB tapi dicegah aparat keamanan. Para mahasiswa juga berusaha mengeret bendera yang ada di tengah jalan utama menuju ITB menjadi setengah tiang. Namun upaya tersebut ditolak satpam. Kemudian perwakilan mahasiswa ITB pun mendatangi kumpulan mahasiswa tersebut.

Presiden Mahasiswa ITB Tijar Bijaksana mengatakan pihaknya bukan tidak peduli terhadap persoalan Bangsa Indonesia.  "Kami juga selalu ikut aksi unjuk rasa. Namun kita lebih banyak diskusi," kata Tijar.


EditorTri Wahono

Terkini Lainnya

Polisi Belum Menyerah Tangani Kasus Novel Baswedan

Polisi Belum Menyerah Tangani Kasus Novel Baswedan

Nasional
Dituduh Korupsi, Fahri Hamzah Sebut Nazaruddin Lagi Marah dan Depresi

Dituduh Korupsi, Fahri Hamzah Sebut Nazaruddin Lagi Marah dan Depresi

Nasional
Polisi: Pastikan Dulu Kepulangan Rizieq, Baru Rencanakan Penjemputan

Polisi: Pastikan Dulu Kepulangan Rizieq, Baru Rencanakan Penjemputan

Megapolitan
Belum Terima Surat Penarikan Produk Albothyl, Tenaga Farmasi Kebingungan

Belum Terima Surat Penarikan Produk Albothyl, Tenaga Farmasi Kebingungan

Megapolitan
Wiranto: Akan Selalu Ada Migran Selama Masalah Keamanan di Asia dan Timur Tengah Berkecamuk

Wiranto: Akan Selalu Ada Migran Selama Masalah Keamanan di Asia dan Timur Tengah Berkecamuk

Nasional
Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

Megapolitan
Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

Megapolitan
Pria Jepang Berjuluk 'Pabrik Bayi' Menangkan Hak Asuh 13 Anak

Pria Jepang Berjuluk "Pabrik Bayi" Menangkan Hak Asuh 13 Anak

Internasional
Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

Nasional
Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

Nasional
Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

Nasional
Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

Megapolitan
Sopir Angkot OK Otrip yang Bau 'Ketek' dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

Sopir Angkot OK Otrip yang Bau "Ketek" dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

Megapolitan
Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

Nasional
Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

Megapolitan

Close Ads X