Kamis, 27 November 2014

News / Regional

Pencarian Korban Banjir Bandang Dihentikan

Rabu, 9 November 2011 | 16:35 WIB

PAINAN, KOMPAS.com - Gabungan Tim Search and Rescue (SAR) Kabupaten Pesisir Selatan dan Badan SAR Provinsi Sumatera Barat menghentikan pencarian terhadap dua warga Pasir Putih Kambang Kecamatan Lengayang yang belum ditemukan dari total enam korban hanyut dalam musibah banjir pada Kamis (3/11/2011).

Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit di Painan, Rabu, mengatakan, pencarian terhadap korban hanyut dalam musibah banjir besar yang melanda hampir seluruh wilayah Pesisir Selatan masih dilakukan Tim SAR setempat dibantu Badan SAR Sumbar.

"Tapi pencarian terhadap korban hanya berlangsung sampai hari ini. Ditemukan atau tidak, pencarian tetap dihentikan mulai hari ini dan itu sesuai dengan aturan," ujar Nasrul, Rabu (9/11/2011).

Nasrul mengatakan, sesuai dengan peraturan tim SAR hanya melakukan pencarian terhadap korban sampai empat hari setelah kejadian. Jika sampai empat hari keempat belum ditemukan, berdasarkan permintaan keluarga korban pencarian bisa ditambah tiga hari lagi menjadi tujuh hari.

Keenam korban tersebut tersebut masing-masing Ismaidarni (40), Naisya (8) dan Santia (22) warga Pasir Putih Kambang Kecamatan Lengayang. Tiga lainnya warga Rantau Simalenang Kecamatan Linggo Sari Baganti, yakni Kidit (65), serta Rayos dan anaknya Azil (9 bulan).

Empat di antaranya yaitu Kidit, Rayos, Azil ditemukan meninggal di lahan perkebunan warga di Kampung Bukit Kaciak, sekitar lima kilometer terseret air bah pada hari yang berbeda. Sementara Naisya ditemukan dua hari setelah kejadian sekitar satu mil laut di perairan laut Indonesia.

"Empat orang itu ditemukan meninggal dunia di tempat dan hari yang berbeda. Sampai hari ini pencarian dilakukan, masih ada dua orang lagi yang belum ditemukan, keduanya warga Pasir Putih Lengayang," ujar Nasrul Abit.

Selain SAR dan dengan Badan SAR Sumbar, pencarian juga dibantu masyarakat dan nelayan setempat. Mulai Minggu (6/11/2011) pencarian juga dibantu Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal II) Teluk Bayur Padang hingga perbatasan Bengkulu.

Kasi Dispen Lantamal II Teluk Bayur Padang Kapten (Mar) Sito ketika menyebutkan, pihaknya akan tetap melakukan pencarian hingga batas waktu yang belum ditentukan sampai ada perintah pencabutan tim dari Komandan Lantamal II Teluk Bayur Padang.

Ia mengatakan, dalam melakukan pencarian pihaknya mengerahkan Tim Satgas dari Yonmarhanlan II dan personil Lantamal II Teluk Bayur Padang.

Keikutsertaan Pangkalan TNI AL II Teluk Bayur dalam melakukan pencarian korban hanyut merupakan suatu wujud dari kepedulian TNI-AL terhadap kondisi masyarakat yang terkena bencana, katanya.

"Pengerahan Satgas atas perintah langsung dari Panglima Koarmabar untuk membantu bencana banjir yang menimpa masyarakat Pesisir Selatan," ujarnya.


Editor : Benny N Joewono
Sumber: