Sabtu, 20 Desember 2014

News / Regional

Awal Musim Tanam

Petani Pilih Padi Umur Pendek

Selasa, 25 Oktober 2011 | 20:04 WIB

PURBALINGGA, KOMPAS.com — Sebagian besar petani di Kabupaten Purbalingga dan Banyumas, Jawa Tengah, memilih jenis padi varietas umur pendek untuk menyiasati mundurnya awal musim tanam hujan 2011/2012. Mereka berharap memanen padi lebih cepat sehingga dapat meneruskan musim tanam berikutnya selagi hujan masih turun.

Wahadi Cahyono (51), petani Desa Penaruban, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Selasa (25/10/2011), mengatakan, mundurnya musim tanam yang seharusnya sudah dimulai awal Oktober membuat dia khawatir hanya dapat menanam sekali dalam setahun.

"Apalagi, ada informasi persediaan irigasi terbatas. Kalau tidak segera panen sebelum Februari, saya khawatir keburu kemarau datang," tuturnya.

Petani yang memiliki lahan seluas 1,25 hektar itu menyebutkan, beberapa varietas padi yang umurnya pendek Ciherang, IR 64, dan Cilamaya. Jenis padi tersebut dapat dipanen sekitar 3-4 bulan.

Tarmudi (42), petani Desa Bukateja, misalnya, yang selesai menyiapkan persemaian benih padi jenis Ciherang untuk ditanam pada musim tanam hujan tahun ini. Menurut dia, padi Ciherang usianya sangat pendek, dan dapat dipanen pada usia 80-96 hari setelah ditanam.

"Selain tidak dapat memulai masa tanam selanjutnya jika terlambat panen dibandingkan dengan lahan yang lain, saya khawatir padi saya terserang hama migrasi dari sawah yang berada di hamparan yang sama," ujar Tarmudi.

Ketua Kelompok Tani Gemar Ripah Kecamatan Bukateja Nyarman membenarkan sebagian besar para petani nekad menanami sawahnya dengan padi meskipun belum benar-benar masuk musim hujan.

Hal ini karena para petani, terutama di lahan yang minim irigasi dan sawah tadah hujan, cemas karena sudah selama 3-4 bulan menelantarkan sawahnya.


Penulis: Gregorius Magnus Finesso
Editor : Marcus Suprihadi