Jumat, 31 Oktober 2014

News / Regional

Petani Kawatir Harga Cengkeh Terus Merosot

Kamis, 6 Oktober 2011 | 14:06 WIB

MANADO, KOMPAS.com — Petani di Sulawesi Utara (Sulut) khawatirkan penurunan harga cengkeh yang terus melorot ke tingkat terendah.

"Dalam dua pekan terakhir ini, harga cengkeh turun dari Rp 200.000 ke posisi Rp 150.000 per kilogram  atau turun 25 persen, kami khawatir harga terus melemah terutama saat panen nanti," kata Robby K, salah satu petani di Kecamatan Tombulu, Minahasa, Kamis (6/10/2011).

Robby mengatakan, petani cengkeh baru merasakan dampak positif dari harga cengkeh yang pertama kali dalam sejarah menyentuh hingga Rp 200.000 per kg, terlihat pada tingkat kesejahteraan yang jauh lebih baik tahun ini.

Petani minta pemerintah daerah membuat kebijakan yang memberi harapan kepada petani bahwa harga komoditas unggulan ini tetap mahal.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Sanny Parengkuan mengatakan, harga yang menyentuh Rp 200.000 per kilogram tergolong tidak normal.

"Karena tidak normal, maka harga tersebut ada kemungkinan turun dari harga mahal yang selama ini tercipta dan sempat dirasakan petani," kata Sanny.

Kendati harga cengkeh turun hingga Rp 150.000, tetapi, menurut Sanny, harga tersebut masih cukup menguntungkan bagi petani. "Patokan harga di kisaran Rp 150.000, maka petani sudah mengalami keuntungan," kata Sanny.

Cengkeh merupakan komoditas unggulan masyarakat Sulut, lebih 100.000 keluarga di daerah ini menggantungkan pendapatan rumah tangga dari hasil panen cengkeh.

Produksi cengkeh saat panen raya mencapai 12.000 hingga 15.000 ton, sementara panen sedang sekitar 5.000-7.000 ton.


Editor : Benny N Joewono
Sumber: