RS Siti Khodijah Bantah Lakukan Malapraktik - Kompas.com

RS Siti Khodijah Bantah Lakukan Malapraktik

Kompas.com - 04/10/2011, 12:07 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Pihak RS Siti Khodijah di Sepanjang, Sidoarjo, membantah jika kisah menyedihkan yang dialami Ahmad Fatih Asyifa (3) pascaoperasi sebagai hasil malapraktik.

Seperti diberitakan, bayi warga Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, itu mengalami gangguan penglihatan, pendengaran, dan kelumpuhan setelah menjalani operasi hernia di RS Siti Khodijah.

Komite Medik RS Siti Khodijah dr Gunawan menyatakan, kasus ini sama dengan peristiwa pesawat jatuh. Saat menjalani operasi, katanya, ada sejumlah risiko yang tidak dapat diprediksi. Sama dengan pesawat, sebelum terbang pilot telah memeriksa kelengkapan. "Demikian pula tim dokter yang mengoperasi Fatih, mereka telah bertindak sesuai prosedur," tandasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (3/10/2011) malam.

Kepala IRD RSUD dr Soetomo dr Urip Murtedjo mengatakan, Fatih kini ditangani tim dokter anak. Namun, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kelumpuhan, kebutaan, dan hilangnya pendengaran. "Pasien masih diobservasi. Tunggu dulu hasilnya nanti," katanya.

Terkait kemungkinan malapraktik, Urip menyatakan, "Maaf, bukan kapasitas saya untuk menjawab. Yang jelas, pasien sudah dalam penanganan kami," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar Juni 2011, Fatih dibawa ke rumah sakit di kawasan Wiyung, Surabaya, untuk menjalani pemeriksaan di poli umum karena buah zakar besar sebelah. Seminggu kemudian, bayi ini diperiksa dokter spesialis. Hasilnya, bocah ini divonis hernia dan harus dioperasi.

Namun, orangtua Fatih, Rumikan (41) dan Ny Nur Solikah (37), menjanjikan sekitar 2-3 bulan lagi karena ketiadaan biaya untuk operasi yang menghabiskan Rp 3 juta-Rp 4 juta. "Saya sampaikan masih belum punya uang. Kata dokter, enggak apa-apa. Menunggu uangnya dulu," tuturnya.

Akhir Juli, Fatih panas tinggi. Sang ibu membawanya ke bidan desa yang kemudian dirujuk ke RS Siti Khodijah. Lalu, operasi hernia digelar, Selasa (5/7/2011) pagi. Beberapa jam kemudian, Fatih koma dan kejang-kejang sehingga dimasukkan ke ruang ICU. "Kata dokter, itu reaksi obat bius," ujar Ny Nur Solikah.

Keesokannya, orangtua Fatih meminta anaknya dirujuk ke RSU dr Soetomo, Surabaya. Fatih kemudian dimasukkan ke ruang ICU. Setelah 15 hari dan panas tinggi mereda, bayi itu boleh dibawa pulang dengan bekal obat-obatan.

"Hernianya sudah sembuh. Namun anehnya, sekarang anak saya lemas, tidak bisa melihat, pendengaran juga terganggu. Padahal, sebelum dioperasi, anak saya bisa berjalan, bermain, berbicara," ungkap Ny Nur Solikah.

EditorGlori K. Wadrianto
Terkini Lainnya
Jabodetabek Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini
Jabodetabek Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini
Megapolitan
Jenazah Bripda Gilang, Polisi yang Gugur dalam Bom Kampung Melayu Dimakamkan di Klaten
Jenazah Bripda Gilang, Polisi yang Gugur dalam Bom Kampung Melayu Dimakamkan di Klaten
Megapolitan
Cerita Orangtua yang Anaknya Sempat Dikira Pelaku Bom Kampung Melayu
Cerita Orangtua yang Anaknya Sempat Dikira Pelaku Bom Kampung Melayu
Megapolitan
Ibunda Polisi yang Gugur dalam Ledakan Bom Kampung Melayu Menangis Histeris
Ibunda Polisi yang Gugur dalam Ledakan Bom Kampung Melayu Menangis Histeris
Megapolitan
Lim Wen Sim Ubah Mitos Burung Hantu dari Pembawa Maut Jadi Penyelamat Warga
Lim Wen Sim Ubah Mitos Burung Hantu dari Pembawa Maut Jadi Penyelamat Warga
Regional
Ini yang Dilakukan Pimpinan DPRD DKI Saat Sidak ke Alexis dan Illigals
Ini yang Dilakukan Pimpinan DPRD DKI Saat Sidak ke Alexis dan Illigals
Megapolitan
KTP Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Tersebar, Polisi Pastikan Pria Sukabumi Itu Masih Hidup
KTP Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Tersebar, Polisi Pastikan Pria Sukabumi Itu Masih Hidup
Regional
Trump Disambut Ribuan Demonstran di “Lubang Neraka”
Trump Disambut Ribuan Demonstran di “Lubang Neraka”
Internasional
Ketum PBNU: Saya Heran Orang Radikal Ada di Perguruan Tinggi
Ketum PBNU: Saya Heran Orang Radikal Ada di Perguruan Tinggi
Regional
Kecam Pelaku Teror Kampung Melayu, Fahri Hamzah Minta Jokowi Pimpin Investigasi
Kecam Pelaku Teror Kampung Melayu, Fahri Hamzah Minta Jokowi Pimpin Investigasi
Nasional
Kembalinya Teror Bom dan #KamiTidakTakut
Kembalinya Teror Bom dan #KamiTidakTakut
Megapolitan
Teror Bom Kampung Melayu, Kami Tidak Takut!
Teror Bom Kampung Melayu, Kami Tidak Takut!
Nasional
Pengebom Manchester 'Terbukti” Berkaitan dengan ISIS
Pengebom Manchester "Terbukti” Berkaitan dengan ISIS
Internasional
Masyarakat Diminta Tak Sebarkan Gambar Sadis Korban Ledakan Bom di Kampung Melayu
Masyarakat Diminta Tak Sebarkan Gambar Sadis Korban Ledakan Bom di Kampung Melayu
Megapolitan
Kisah Wanita Pawon Gendis yang Raih Penghargaan karena Kuliner Ekstrem
Kisah Wanita Pawon Gendis yang Raih Penghargaan karena Kuliner Ekstrem
Regional

Close Ads X