Senin, 21 April 2014

News / Regional

RS Siti Khodijah Bantah Lakukan Malapraktik

Selasa, 4 Oktober 2011 | 12:07 WIB

Baca juga

SURABAYA, KOMPAS.com — Pihak RS Siti Khodijah di Sepanjang, Sidoarjo, membantah jika kisah menyedihkan yang dialami Ahmad Fatih Asyifa (3) pascaoperasi sebagai hasil malapraktik.

Seperti diberitakan, bayi warga Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, itu mengalami gangguan penglihatan, pendengaran, dan kelumpuhan setelah menjalani operasi hernia di RS Siti Khodijah.

Komite Medik RS Siti Khodijah dr Gunawan menyatakan, kasus ini sama dengan peristiwa pesawat jatuh. Saat menjalani operasi, katanya, ada sejumlah risiko yang tidak dapat diprediksi. Sama dengan pesawat, sebelum terbang pilot telah memeriksa kelengkapan. "Demikian pula tim dokter yang mengoperasi Fatih, mereka telah bertindak sesuai prosedur," tandasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (3/10/2011) malam.

Kepala IRD RSUD dr Soetomo dr Urip Murtedjo mengatakan, Fatih kini ditangani tim dokter anak. Namun, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kelumpuhan, kebutaan, dan hilangnya pendengaran. "Pasien masih diobservasi. Tunggu dulu hasilnya nanti," katanya.

Terkait kemungkinan malapraktik, Urip menyatakan, "Maaf, bukan kapasitas saya untuk menjawab. Yang jelas, pasien sudah dalam penanganan kami," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar Juni 2011, Fatih dibawa ke rumah sakit di kawasan Wiyung, Surabaya, untuk menjalani pemeriksaan di poli umum karena buah zakar besar sebelah. Seminggu kemudian, bayi ini diperiksa dokter spesialis. Hasilnya, bocah ini divonis hernia dan harus dioperasi.

Namun, orangtua Fatih, Rumikan (41) dan Ny Nur Solikah (37), menjanjikan sekitar 2-3 bulan lagi karena ketiadaan biaya untuk operasi yang menghabiskan Rp 3 juta-Rp 4 juta. "Saya sampaikan masih belum punya uang. Kata dokter, enggak apa-apa. Menunggu uangnya dulu," tuturnya.

Akhir Juli, Fatih panas tinggi. Sang ibu membawanya ke bidan desa yang kemudian dirujuk ke RS Siti Khodijah. Lalu, operasi hernia digelar, Selasa (5/7/2011) pagi. Beberapa jam kemudian, Fatih koma dan kejang-kejang sehingga dimasukkan ke ruang ICU. "Kata dokter, itu reaksi obat bius," ujar Ny Nur Solikah.

Keesokannya, orangtua Fatih meminta anaknya dirujuk ke RSU dr Soetomo, Surabaya. Fatih kemudian dimasukkan ke ruang ICU. Setelah 15 hari dan panas tinggi mereda, bayi itu boleh dibawa pulang dengan bekal obat-obatan.

"Hernianya sudah sembuh. Namun anehnya, sekarang anak saya lemas, tidak bisa melihat, pendengaran juga terganggu. Padahal, sebelum dioperasi, anak saya bisa berjalan, bermain, berbicara," ungkap Ny Nur Solikah.


Editor : Glori K. Wadrianto
Sumber: