Jumat, 21 November 2014

News / Regional

Kecelakaan Pesawat

Cuaca Ekstrem, Proses Evakuasi Terpaksa Dihentikan

Jumat, 30 September 2011 | 19:08 WIB

Terkait

BINJAI, KOMPAS.com — Pencarian korban pesawat CASA 212-200 milik Nusantara Buana Air (NBA) , Jumat (30/9/2011) malam, untuk sementara dihentikan karena cuaca ekstrem. Tim evakuasi tidak dapat melanjutkan pengiriman personel melalui helikopter.

Pilot helikopter, Kapten Agus Falah, mengatakan, cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai kabut menyelimuti lokasi sehingga bisa membahayakan helikopter. Evakuasi dan pencarian akan dilanjutkan besok sekitar pukul 07.00 WIB jika cuaca cerah dan bisa dilakukan pencarian.

”Untuk sementara waktu, sudah ada personel dari tim evakuasi yang turun ke lokasi. Sejauh ini kami belum mendapatkan perkembangan lebih lanjut dari lokasi,” katanya.

Saat ini sudah ada dua personel yang berhasil diturunkan ke lokasi jatuhnya pesawat. Keduanya membawa perbekalan makanan dan minuman, gergaji mesin untuk memotong pohon, serta obat-obatan. Sempat dilaporkan teriakan meminta tolong dari arah pesawat, tetapi sejauh ini keduanya belum melaporkan kondisi terakhir.

Kedua orang tersebut akan mempersiapkan titik pendaratan helikopter untuk proses evakuasi. Rencananya titik pendaratan pertama sudah semakin dekat dengan lokasi jatuhnya pesawat.

Pesawat CASA 212-200 milik NBA rute Medan-Kutacane jatuh di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Leuser, Bahorok, Langkat, Sumatera Utara, Kamis pagi kemarin. Lokasi jatuhnya pesawat sudah ditemukan. Pesawat masih dalam keadaan utuh, hanya bagian depan pesawat yang terlihat hancur.(Tribun Medan/Ahmadi)


Editor : Tri Wahono
Sumber: