Hutan Jati di Klaten Terbakar - Kompas.com

Hutan Jati di Klaten Terbakar

Kompas.com - 30/09/2011, 06:00 WIB

KLATEN, KOMPAS.com — Hutan jati milik Perum Perhutani di petak 92 B, Dukuh Winong, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (29/9/2011) malam terbakar.

Berdasarkan pantauan, titik api di hutan tersebut terlihat memanjang puluhan meter dan lokasi kebakaran berada di atas perbukitan yang ada di sekitar lokasi kawasan wisata Rawa Jombor.

Dari informasi yang didapat, munculnya titik api di hutan mulai terlihat sejak pukul 16.00 WIB, tetapi baru membesar selepas maghrib atau sekitar pukul 18.30 WIB.

Lokasi terbakarnya hutan ini hanya berjarak ratusan meter dari permukiman warga sehingga ketika api terlihat membesar, warga sekitar panik.

"Awalnya sempat panik, lalu ada dari warga yang langsung menghubungi kantor SAR (search and rescue) untuk meminta bantuan pemadaman api," ujar Pur, salah satu warga setempat.

Puluhan warga lantas berupaya memadamkan api agar tidak semakin membesar dan merembet ke permukiman mereka dengan cara manual karena mobil pemadam kebakaran tidak mungkin dapat menjangkau lokasi karena medannya yang terjal.

Namun, menurut warga, sejauh ini permukiman penduduk masih aman dari ancaman merembetnya api ke rumah-rumah mereka karena jarak lokasi terbakarnya hutan tersebut masih jauh.

"Pemadaman dilakukan dengan cara manual, menggunakan kayu yang dibasahi dan dipukul-pukulkan ke tanaman yang telah terbakar," kata salah satu anggota tim SAR Klaten, Deni Nurindra.

Menjelang tengah malam sekitar pukul 23.30 WIB, akhirnya api yang membakar hutan tersebut berhasil padam.

Menurut Deni, tanaman yang terbakar baru sebatas semak belukar dan daun jati kering, serta belum membakar tumbuhan yang sengaja ditanam di hutan tersebut, seperti pohon jati.

"Yang terbakar baru semak belukar dan daun jati kering, tapi jumlahnya sudah lumayan banyak sehingga harus segera dipadamkan agar tak merembet ke tanaman lainnya," tambahnya.

Jumlah anggota SAR yang diturunkan untuk membantu warga berjumlah 16 orang.

Camat Bayat Agus Sukoco saat dihubungi mengatakan, pihaknya baru menerima laporan kebakaran hutan tersebut secara lisan.

"Tapi biasanya kebakaran di bukit tersebut bukan kebakaran yang tak disengaja, melainkan kegiatan para petani yang sengaja membakar sampah hutan, namun tidak memerhatikan keamanan. Kegiatan semacam ini hampir setiap tahun dilakukan," katanya.

Menurut Sukoco, pihaknya sudah sering kali memberi imbauan kepada petani dan warga setempat agar berhati-hati jika akan melakukan pembakaran sampah di hutan karena pada musim kemarau seperti sekarang ini rentan terjadi kebakaran di hutan.

Meski demikian, dia mengaku belum bisa memastikan penyebab kebakaran hutan tersebut karena saat kejadian pihaknya tidak berada di tempat dan belum menerima laporan resmi terkait hal ini.


EditorHertanto Soebijoto

Terkini Lainnya

Polisi Belum Menyerah Tangani Kasus Novel Baswedan

Polisi Belum Menyerah Tangani Kasus Novel Baswedan

Nasional
Dituduh Korupsi, Fahri Hamzah Sebut Nazaruddin Lagi Marah dan Depresi

Dituduh Korupsi, Fahri Hamzah Sebut Nazaruddin Lagi Marah dan Depresi

Nasional
Polisi: Pastikan Dulu Kepulangan Rizieq, Baru Rencanakan Penjemputan

Polisi: Pastikan Dulu Kepulangan Rizieq, Baru Rencanakan Penjemputan

Megapolitan
Belum Terima Surat Penarikan Produk Albothyl, Tenaga Farmasi Kebingungan

Belum Terima Surat Penarikan Produk Albothyl, Tenaga Farmasi Kebingungan

Megapolitan
Wiranto: Akan Selalu Ada Migran Selama Masalah Keamanan di Asia dan Timur Tengah Berkecamuk

Wiranto: Akan Selalu Ada Migran Selama Masalah Keamanan di Asia dan Timur Tengah Berkecamuk

Nasional
Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

Megapolitan
Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

Megapolitan
Pria Jepang Berjuluk 'Pabrik Bayi' Menangkan Hak Asuh 13 Anak

Pria Jepang Berjuluk "Pabrik Bayi" Menangkan Hak Asuh 13 Anak

Internasional
Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

Nasional
Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

Nasional
Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

Nasional
Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

Megapolitan
Sopir Angkot OK Otrip yang Bau 'Ketek' dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

Sopir Angkot OK Otrip yang Bau "Ketek" dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

Megapolitan
Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

Nasional
Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

Megapolitan

Close Ads X