Kamis, 31 Juli 2014

News / Regional

Kerusuhan di Kampus Unhalu Tewaskan 2 Mahasiswa

Jumat, 9 September 2011 | 07:33 WIB

KENDARI, KOMPAS.com - Dua mahasiswa kehilangan nyawa dalam kerusuhan di sekitar kampus Universitas Haluoleo (Unhalu) Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (8/9/2011) malam.

Direskrim Polda Sultra, Kombes Pol Iswandi Hari mengatakan, keduanya merupakan mahasiswa Unhalu. "Kami sudah berhasil mengidentifikasi korban tersebut, yakni Laode Muhammah Hijra dan Udin keduanya mahasiswa Unhalu," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti kronologi serta penyebab kejadian yang menyebabkan dua nyawa mahasiwa tersebut melayang.

"Kami masih melakukan penyelidikan di lapangan, termasuk para pelaku kami belum bisa mengidentivikasinya secara pasti, karena personil kami baru melakukan penyelidikan," ujarnya.

Akibat perisitiwa berdarah itu, suasana sekitar kampus tampak mencekam. Sementera itu di seputar luar kampus Unhalu, tampak petugas dari Polresta Kendari dan anggota Brimob Polda Sultra berjaga di jalan masuk kampus itu.

Warga yang akan masuk ke wilayah kampus di jalan H E Mokodompit itu ditahan petugas dengan maksud untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

"Untuk keamanan, warga yang akan masuk ke wilayah kampus untuk sementara tidak diperkenankan," kata petugas yang identitasnya enggan disebut.

ebelumnya, pada Kamis siang, di gedung Rektorat Kampus Unhalu Kendari diselenggarakan Workshop Internasional Celebrating Diversity yang dirangkaikan pendeklerasian perdamaian yang disebut "Deklarasi Kendari" yang isinya mengajak seluruh suku bangsa di Indonesia yang beragam dan dunia untuk menjaga perdamaian.

Deklarasi Kendari ditandatangani oleh Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Arief Rahman, Rektor Universitas Haluoleo Kendari Usman Rianse, ketua Asosiasi Tradisi Lisan Dr Pudentia dan perwakilan UNESCO di Aula Mokodompit Universitas Haluoleo, Kendari.

Deklarasi Kendari dibacakan bersama-sama perwakilan dari berbagai etnis seperti Buton, Tolaki, Toraja, Bajo, Jawa, Papua, NTT, Bima NTB, Madura, Sunda, Bali, Muna, Manado, Aceh, Makassar, Batak, Banten, Bugis dan Flores.

Isi deklarasi tersebut diantaranya "kita semua bersaudara, kita bersama di bawah satu langit bersama-sama dalam keragaman untuk menjaga perdamaian".


Editor : Kistyarini
Sumber: