Rabu, 3 September 2014

News / Regional

Flu Burung

Ayam Mati Mendadak, Positif Flu Burung

Jumat, 10 Juni 2011 | 18:55 WIB

SAMPIT, KOMPAS.com - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menyatakan puluhan ayam milik warga yang ditemukan mati secara mendadak positif terjangkit virus flu burung (H5N1).

Ayam yang ditemukan mati mendadak dan akibat terjangkit virus flu burung tersebut adalah milik warga Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentaya Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Virus flu burung yang menyebabkan ayam mati secara mendadak itu sifatnya insidentil, yakni kejadian yang sewaktu-waktu bisa muncul dengan mendadak, namun apabila mendapat tindakan antisipasi yang tepat maka tidak menyebabkan kejadian yang menular ke unggas dan wilayah lain.

Menurut Bima, meski hasil pemeriksaan telah menyatakan positif, namun Kotawaringin Timur dinyatakan tidak endemis terbukti dengan tidak adanya susulan ayam lain yang mati mendadak.

Meski telah ditemukan ayam mati akibat virus flu burung diharapkan masyarakat Kotawaringin Timur untuk tidak panik dan resah karena masih dapat dilakukan pencegahan.

"Kami harap masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan antisipasi dengan meningkatkan kebersihan serta penyemprotan kandang secara rutin," katanya.

Virus flu burung dapat menyebar ke seluruh wilayah Kotawaringin Timur apabila tidak dilakukan pencegahan dengan baik dan benar.

Kabupaten Kotawaringin Timur merupakan wilayah yang endemis flu burung karena pada 2004 pernah terjadi wabah virus serupa.

"Distanak Kotawaringin Timur sendiri telah melakukan antisipasi dengan memperketat pengawasan terhadap ayam yang masuk dari luar daerah," ucapnya.

Setiap ayam yang didatangkan dari luar daerah harus dilengkapi surat keterangan sehat atau bebas dari virus flu burung dari daerah asal.

"Kami mengimbau kepada seluruh peternak agar segera memisahkan apabila ada ayam yang sakit dan tidak membuang ayam mati di sembarang tempat serta melaporkan ke Distanak jika ada ayam yang mati secara mendadak," ungkapnya.


Editor : Benny N Joewono
Sumber: