Tinggi, Tingkat Kemandulan di Sumut - Kompas.com

Tinggi, Tingkat Kemandulan di Sumut

Kompas.com - 13/05/2011, 20:54 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Kasus infertilitas atau kemandulan di Sumatera Utara mencapai 15 persen hingga 17 persen per tahun dari semua pasangan suami istri (pasutri).

Angka ini lebih tinggi dibandingkan tingkat infertilitas di Indonesia yang mencapai 12 persen sampai 15 persen. Untuk dunia, tingkat infertilitas hanya 8 persen sampai 15 persen.

Dokter dari Rumah Sakit Umum Provinsi H Adam Malik, Medan, dr Ichwanul Adenin, SpOG (K), menjelaskan, pemicu infertilitas bisa datang, baik dari pria maupun wanita. Infertilitas dari pria biasanya disebabkan oleh abnormalitas sperma, ejakulasi, abnormalitas ereksi, abnormalitas cairan semen, infeksi pada saluran genital, dan lingkungan.

Adapun pada wanita, infertilitas antara lain dipicu oleh gangguan organ reproduksi, gangguan ovulasi, kegagalan implantasi, endometriosis, abrasi, genetis, faktor imunologis, dan lingkungan.  

"Menghindari infertilitas pada pria antara lain dengan cara mengobati infeksi pada organ reproduksi, menghindari alkohol dan zat adiktif, serta menghindari obat yang mempengaruhi jumlah sperma," kata Ichwanul dalam acara Media Edukasi bertema "Infertilitas pada Pasutri dan Upaya Pemecahannya" yang digelar di Klinik Yasmin RSCM Kencana di Medan, Jumat (13/5/2011).

Menurut Ichwanul, masalah infertilitas pada wanita dapat diatasi dengan memberikan terapi obat (hormonal, antibiotik), atau bisa juga dengan langkah inseminasi buatan, bayi tabung (in vitro fertilization).  

Dokter dari Klinik Yasmin RSCM Kencana, dr Budi Wiweko, SpOG (K), menambahkan, kemampuan wanita dalam memproduksi sel telur semakin menurun sejalan dengan bertambahnya usia. Perlu diingat bahwa kronologis ovarium bisa saja berbeda dengan usia biologisnya.

Usia kronologi ovarium dihitung sejak kehidupan intrauteri, sementara usia biologis ovarium lebih menggambarkan cadangan ovarium dan responsnya terhadap stimulasi ovarium. Fungsi reproduksi lebih banyak dipengaruhi oleh usia biologis ovarium daripada usia kronologisnya.

"Pada usia 30 tahun-35 tahun, fertilitas wanita menurun, diikuti penurunan yang cepat pada usia sesudahnya," kata Budi.    

 

 

 

 

EditorAgus Mulyadi

Terkini Lainnya

Datangi Proyek MRT, Anies-Sandi Tegaskan Eksekusi Lahan di Haji Nawi

Datangi Proyek MRT, Anies-Sandi Tegaskan Eksekusi Lahan di Haji Nawi

Megapolitan
Fadli Zon: Jokowi 'One Man Show', Kadang Presiden, Gubernur, Tukang Bagi Sepeda

Fadli Zon: Jokowi 'One Man Show', Kadang Presiden, Gubernur, Tukang Bagi Sepeda

Nasional
Petugas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Narkoba Senilai Rp 3,9 Miliar

Petugas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Narkoba Senilai Rp 3,9 Miliar

Regional
Mantan Presdir Allianz Minta Diperiksa pada 26 Oktober

Mantan Presdir Allianz Minta Diperiksa pada 26 Oktober

Megapolitan
Tabrakan Bus di Aceh Utara Tewaskan Kernet dan Sopir

Tabrakan Bus di Aceh Utara Tewaskan Kernet dan Sopir

Regional
Kesal Pasien Dialihkan Jadi Alasan Dokter Todongkan Pistol Mainan ke Stafnya

Kesal Pasien Dialihkan Jadi Alasan Dokter Todongkan Pistol Mainan ke Stafnya

Megapolitan
Elektabilitas Jokowi Dinilai Belum Aman, Cawapres Jadi Faktor Penentu

Elektabilitas Jokowi Dinilai Belum Aman, Cawapres Jadi Faktor Penentu

Nasional
Kecelakaan Bus Rombongan Peziarah Wali Songo dan Truk, Dua Luka Parah

Kecelakaan Bus Rombongan Peziarah Wali Songo dan Truk, Dua Luka Parah

Regional
Mantan Biduan Berusia 73 Tahun Juarai Kontes Kecantikan Para Nenek

Mantan Biduan Berusia 73 Tahun Juarai Kontes Kecantikan Para Nenek

Internasional
Gerbang Tol Karawang Barat 2 Ditutup Jumat Sore Ini hingga Besok Pagi

Gerbang Tol Karawang Barat 2 Ditutup Jumat Sore Ini hingga Besok Pagi

Megapolitan
Tembok Perbatasan Meksiko Tahan Gempuran Palu dan Bor Listrik

Tembok Perbatasan Meksiko Tahan Gempuran Palu dan Bor Listrik

Internasional
Kunjungi Bandung, Dubes Perancis Bakal Bantu Permak Stasiun Bandung

Kunjungi Bandung, Dubes Perancis Bakal Bantu Permak Stasiun Bandung

Regional
Jokowi Diminta Waspadai Fenomena Pilkada DKI Terulang pada Pilpres

Jokowi Diminta Waspadai Fenomena Pilkada DKI Terulang pada Pilpres

Nasional
Demi Sebungkus Rokok, Buruh Bangunan Ini Nekat Edarkan Obat Terlarang

Demi Sebungkus Rokok, Buruh Bangunan Ini Nekat Edarkan Obat Terlarang

Regional
BPTJ: Kerugian akibat Macet Jabodetabek Rp 100 Triliun per Tahun

BPTJ: Kerugian akibat Macet Jabodetabek Rp 100 Triliun per Tahun

Megapolitan

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM