Bengawan Solo Meluap, 232 Rumah Terendam - Kompas.com

Bengawan Solo Meluap, 232 Rumah Terendam

Kompas.com - 02/03/2011, 08:33 WIB

SOLO, KOMPAS.com — Hujan deras yang mengguyur lebih dari enam jam menyebabkan Sungai Bengawan Solo meluap dan merendam 232 rumah di bantarannya. Di Kulon Progo dan Bantul, pemerintah masih menghitung kerugian akibat luapan Kali Progo yang merendam 771 hektar sawah.

Selain luapan Bengawan Solo, di Solo juga terjadi longsor di bantaran Kali Pepe, yang merupakan anak Bengawan Solo.

Longsor terjadi pada Selasa (1/3/2011) pukul 04.30 dan menyebabkan rumah Suparno, warga Kampung Cinderejo Lor, Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, ambruk seluruhnya. Adapun rumah di sebelahnya hanya rusak di bagian dapur.

Sementara itu, banjir mulai menggenangi rumah warga sekitar pukul 21.00 dan surut pada Selasa pukul 07.00. ”Air masuk rumah saya pukul 21.00 setinggi betis. Ini sudah banjir keempat pada tahun ini,” kata Sarmiyati (48), warga Kampung Sowijayan, Sewu, Jebres, Solo.

Kondisi lebih parah dialami Winarni (42), warga Kampung Putat, Sewu, Jebres, yang rumahnya hanya 10 meter dari bibir Sungai Bengawan Solo. Rumah Winarni terendam hingga setinggi dada orang dewasa.

Sebenarnya Sarmiyati dan Winarni mengikuti program relokasi. Rumah yang dibangun dari hasil bantuan pun sudah jadi sejak enam bulan lalu. Namun, belum adanya fasilitas listrik, air, serta tempat mandi, cuci, dan kakus membuat mereka belum pindah ke tempat relokasi.

Masih dihitung

Dari Yogyakarta dilaporkan, berdasarkan data terakhir, luas lahan pertanian yang terkena dampak banjir luapan Kali Progo bertambah menjadi 771 hektar dari sebelumnya 645 hektar.

Baik Pemerintah Kabupaten Kulon Progo maupun Bantul memerlukan waktu empat hari untuk menghitung total kerugian serta pemberian bantuan bibit tanaman.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulon Progo Bambang Tri Budi Harsono mengatakan, daerah yang paling parah terendam banjir berada di Kecamatan Panjatan. ”Di daerah itu hampir seluruh bagian tanaman padi terendam banjir,” tuturnya.

Menurut Bambang, tanaman padi yang terendam setengah hingga dua per tiga bagian masih bisa diselamatkan, tetapi yang terendam seluruhnya selama empat hari berpotensi mati.

Bupati Bantul Sri Surya Widati mengatakan siap memberikan bantuan bibit padi dan bawang merah kepada petani yang gagal panen. Karena itu, pihaknya akan mengajukan surat pernyataan bencana alam kepada Kementerian Pertanian. Selanjutnya, bantuan bibit tanaman akan disalurkan. (EKI/ABK)

EditorGlori K. Wadrianto

Terkini Lainnya

Lihat Helmi Sang Pembunuh Dokter Lety, Keluarga Masih Histeris

Lihat Helmi Sang Pembunuh Dokter Lety, Keluarga Masih Histeris

Megapolitan
Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Tangkap Penjual Mobil 'Bodong'

Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Tangkap Penjual Mobil "Bodong"

Megapolitan
Berburu Barang Murah di Matahari Taman Anggrek Sebelum Ditutup

Berburu Barang Murah di Matahari Taman Anggrek Sebelum Ditutup

Megapolitan
Panglima TNI Apresiasi Kemenangan Prajurit AD di Ajang AARM ke-27 Singapura

Panglima TNI Apresiasi Kemenangan Prajurit AD di Ajang AARM ke-27 Singapura

Nasional
Kendal Diguyur Hujan Semalaman, Halaman Kantor Bupati Terendam Banjir

Kendal Diguyur Hujan Semalaman, Halaman Kantor Bupati Terendam Banjir

Regional
Penjelasan Sekretariat DPRD DKI soal Anggaran Kunker untuk 7.752 Orang

Penjelasan Sekretariat DPRD DKI soal Anggaran Kunker untuk 7.752 Orang

Megapolitan
Setelah 70 Tahun, Kakek 102 Tahun dari Era Nazi Bertemu Keponakannya

Setelah 70 Tahun, Kakek 102 Tahun dari Era Nazi Bertemu Keponakannya

Internasional
Dandang Berusia 500 Tahun Dikeluarkan untuk Rangkaian Upacara Sekaten

Dandang Berusia 500 Tahun Dikeluarkan untuk Rangkaian Upacara Sekaten

Regional
Malaysia Bebas 'Jerebu', PM Najib Berterima Kasih ke Jokowi

Malaysia Bebas "Jerebu", PM Najib Berterima Kasih ke Jokowi

Nasional
Info Lowongan Kerja PT Transjakarta Dipastikan 'Hoax'

Info Lowongan Kerja PT Transjakarta Dipastikan "Hoax"

Megapolitan
Panglima TNI: Mantan KSAU akan Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Heli AW 101

Panglima TNI: Mantan KSAU akan Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Heli AW 101

Nasional
Israel Hancurkan Rumah Impian Sebuah Keluarga Palestina di Yerusalem

Israel Hancurkan Rumah Impian Sebuah Keluarga Palestina di Yerusalem

Internasional
Tak Bisa Berdagang di Trotoar, Pedagang Ini Mengadu ke Anies

Tak Bisa Berdagang di Trotoar, Pedagang Ini Mengadu ke Anies

Megapolitan
Keresahan Pedagang Lokbin Taman Kota Intan yang Ditanggapi Pemprov DKI

Keresahan Pedagang Lokbin Taman Kota Intan yang Ditanggapi Pemprov DKI

Megapolitan
Penyelidikan Belum Berhenti, Polisi Tunggu Hasil MKD Terkait Kasus Viktor Laiskodat

Penyelidikan Belum Berhenti, Polisi Tunggu Hasil MKD Terkait Kasus Viktor Laiskodat

Nasional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM