Kamis, 24 April 2014

News / Regional

Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Mahasiswi

Senin, 20 Desember 2010 | 16:41 WIB

Baca juga

SEMARANG, KOMPAS.com — Jajaran Direktorat Reserse dan Kriminal Kepolisian Daerah Jawa Tengah mengungkap kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Eka Septiana (18), yang terjadi pada Selasa (9/11/2010).

"Tersangka pembunuhan yang ditangkap bernama Felix Setiawan (21), warga Dusun Sontonayan RT 06 RW 05 Kelurahan Kapencar, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo," kata Direskrim Polda Jateng Kombes Didit Widjanardi saat gelar perkara, di Semarang, Senin (20/12/2010).

Dia mengatakan, pembunuhan bermula dari pertemuan korban dengan tersangka yang saling mengenal melalui jejaring sosial Facebook beberapa bulan sebelumnya.

Beberapa saat sebelum kejadian, korban mendatangi rumah tersangka dan meminta agar diantarkan ke tempat indekosnya di sekitar kampus UMY.

"Saat berada di rumah tersangka, terjadi hubungan intim antara korban dan tersangka yang sudah berpacaran," kata Direskrim didampingi Kabid Humas Polda Jateng Ajun Komisaris Besar Djihartono.

Selesai berhubungan intim, kata dia, tersangka mengatakan kepada korban kalau jalinan kasih keduanya seperti tidak cocok dan hal itu membuat korban menjadi marah serta menampar pipi tersangka sebanyak dua kali.

"Mendapat tamparan dari korban, tersangka menjadi emosional dan mencekik leher korban hingga pingsan, namun kemudian tersadar dan berteriak minta tolong hingga didengar salah satu tetangga tersangka," katanya.

Tetangga tersangka yang mendengar teriakan korban berusaha menolong dengan mendatangi rumah, tetapi oleh tersangka diberitahu kalau teriakan tersebut hanya bercanda.

Mengetahui hal itu, tersangka kemudian mengambil sebuah pipa besi dengan panjang 30 sentimeter yang berada di atas meja dan langsung dipukulkan ke bagian wajah dan belakang kepala korban.

Selain itu, tersangka juga mencekik leher korban hingga meninggal dunia dan dikubur di bagian dapur dengan ukuran panjang lubang sekitar 1 meter dan lebar serta kedalaman setengah meter.

Sebelum membersihkan lantai yang terdapat ceceran darah korban, tersangka sempat menangis, lalu mengambil sebagian barang-barang pribadi milik korban, antara lain dompet, telepon seluler, pakaian, sandal, dan tas yang kemudian dibakar di tungku dapur.

Selanjutnya, tersangka menyerahkan sepeda motor miliknya ke adiknya yang bernama Adi Kurnia sebelum melarikan diri ke Sampit, Kalimantan Tengah, dengan menggunakan uang korban dan hasil penjualan komputer jinjing korban yang diambil tersangka.

Direskrim mengatakan, polisi menemukan mayat korban pada Senin (6/12/2010) setelah menerima laporan dari masyarakat di sekitar rumah tersangka yang mencium bau busuk cukup menyengat dan mencurigakan di tempat kejadian perkara.

Saat ditemukan, korban yang beralamat di Dusun Kemukus Timur RT 02 RW 02 Kecamatan Kaliworo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dalam posisi miring dengan kaki sedikit ditekuk.

"Dalam pelariannya, tersangka selalu berpindah-pindah tempat karena merasa tidak tenang dan berhasil ditangkap tim gabungan dari Polres Wonosobo dan Polda Jateng, Sabtu (18/12/2010) di Masjid Agung Demak, Jawa Tengah," ujarnya.

Saat dimintai keterangan, tersangka mengaku menyesal telah membunuh perempuan yang menjadi kekasihnya sejak awal Juni 2010 itu.

"Saya emosi setelah ditampar korban sehingga timbul niat membunuh," kata tersangka sambil tertunduk.

Dalam kesempatan tersebut, Kabid Humas Ajun Komisaris Besar Djihartono mengimbau kepada masyarakat di wilayah Jawa Tengah untuk lebih berhati-hati dan memerhatikan pergaulan anak-anaknya agar jangan sampai terjebak ke dalam pergaulan yang tidak jelas.


Editor : Hertanto Soebijoto
Sumber: