Rabu, 3 September 2014

News / Regional

Usul, Tes Keperawanan Tanpa Cek Fisik

Selasa, 28 September 2010 | 16:28 WIB

JAMBI, KOMPAS.com - Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jambi, Bambang Bayu Suseno mengatakan, wacana tes kegadisan untuk penerimaan siswa baru, yang diusulkannya tidak perlu dilakukan secara fisik.

"Dalam tes itu tidak perlu dilakukan pemeriksaan secara fisik tetapi hanya berupa tes wawancara atau konseling yang dilakukan oleh tim konseling terdiri para psikolog," kata Bambang.

Dengan wawancara atau konseling, kata Bambang, diharapkan ada keterbukaan generasi muda terhadap persoalan kegadisan.

Bukan hanya siswi yang dilakukan tes kegadisan, namun juga keperjakaan bagi pria.

"Ketika ada yang sudah tidak perawan dan perjaka, mereka tetap dapat menjalankan pendidikan dengan masukan, bimbingan, saran dari tim konseling," jelasnya.

Bambang melontarkan wacana kontroversial tes kegadisan kepada siswi dalam penerimaan siswa baru (PSB), didasari keprihatinannya terhadap banyaknya perilaku seks bebas yang dilakukan remaja dan maraknya akses situs-situs porno di internet.

Wacana itu merupakan pemikiran untuk kepentingan pendidikan akhlak dan moral di dunia pendidikan secara nasional.

Bambang menyatakan menurunnya moral juga disebabkan oleh minimnya pendidikan agama sebagai tuntunan hidup, pengawasan orang tua yang longgar khususnya di kota-kota besar.

Menurut Bambang, persoalan ini perlu untuk dipikirkan bersama agar perilaku akhlak dan moral generasi muda semakin baik.

"Sebagai bentuk shock therapy yang bersifat preventif, maka diperlukanlah tes kegadisan," ujarnya.

Ia mengakui bahwa kegadisan hilang bisa karena faktor olahraga, kecelakaan, namun juga bisa disebabkan kesengajaan karena akhlak yang buruk.

"Hal-hal seperti itu pasti tidak pernah diketahui oleh orang tua. Dan hal ini pasti akan mengganggu kejiwaan selama menjalani pendidikan," ujarnya.

Menurut Bambang, diperlukan pembahasan mendalam agar pendidikan yang menciptakan generasi muda yang berakhlak dan bermoral dapat segera terwujud.

"Kami mengapresiasi lembaga seperti APDN, POLRI, TNI, AKPER dalam penerimaan siswa baru menjalani tes kegadisan," tambahnya.

Namun, wacana ini tidak serta merta mendapat dukungan dari masyarakat. Bambang Bayu Suseno sendiri tidak mendapat dukungan dari komisi IV.

Komisi IV justru tidak akan memasukkan usulan ini menjadi salah satu pasal dalam Perda Pendidikan Bermutu yang tengah disusun. "Kita hanya menawarkan reformasi pendidikan saja," kata Ketua Komisi IV, Aswan Jahari, Selasa (28/9/2010).


Editor : Benny N Joewono
Sumber: