Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 20:45 WIB
Wali Kota Haramkan Profesi Wartawan
Defri Werdiono | Jimmy Hitipeuw | Senin, 23 Agustus 2010 | 13:03 WIB
|
Share:

LEO SUNU
Sekitar seratusan wartawan dari berbagai media dan organisasi profesi kewartawanan menggelar aksi solidaritas di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (22/8/2010). Mereka mengecam aksi kekerasan di Tual, Maluku yang menewaskan kontributor Sun TV Ridwan Salamun.

TERKAIT:

BANJARMASIN, KOMPAS.com — Puluhan wartawan media cetak dan elektronik di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (23/8/2010), berunjuk rasa di kantor Pemerintah Kota Banjarmasin. Mereka memprotes Wali Kota Banjarmasin Muhidin yang baru dilantik pada 12 Agustus lalu.

Para wartawan menyesalkan ucapan yang dilontarkan sang Wali Kota. Pada tanggal 16 Agustus lalu, Muhidin mengatakan di muka apel pegawai pemerintah kota bahwa pekerjaan wartawan berdosa. Ucapan ini kemudian diulang lagi dalam kesempatan yang berbeda.

Namun, setelah para wartawan itu mengonfirmasi pernyataan itu, Muhidin berkilah bahwa apa yang dikatakannya hanyalah mengutip pernyataan Majelis Ulama Indonesia Kalsel. Hal ini kemudian menimbulkan protes dari MUI Kalsel yang merasa tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu.

Dalam aksi ini, para wartawan meletakkan kamera dan kartu identitas di depan tangga masuk ruang kerja Wali Kota.