Jumat, 18 April 2014

News / Regional

Warga Tolak Galian C

Jumat, 14 Mei 2010 | 13:02 WIB

Baca juga

BOYOLALI, KOMPAS.com - Ribuan warga dari dua desa di Kecamatan Cepogo berunjuk rasa di Kantor Kabupaten Boyolali, Jumat (14/5/2010), menolak adanya penambangan pasir di wilayah tersebut.
    
Massa dari Desa Wonodoyo dan Gedangan, Kecamatan Cepogo yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli meminta pemerintah daerah setempat menutup segala kegiatan yang berhubungan dengan penambangan galian C di dua desa tersebut.
    
Koordinator aksi Solikin dalam orasinya mengatakan akibat adanya penambangan galian C dampaknya sangat luas di antaranya, merusak lingkungan, tata air terganggu sehingga sumber air minum di wilayah Cepogo menurun.
    
Selain itu, warga setempat menilai akibat adanya penambangan pasir akses jalan di wilayahnya juga mengalami kerusakan. Oleh karena itu, warga meminta Bupati Boyolali Sri Moeljanto agar tidak memberikan izin kegiatan penambangan di wilayah dua desa tersebut.
    
Massa masuk ke halaman kantor pemkab sambil meneriakan yel-yel dan menggelar spanduk yang intinya menolak kegiatan penambangan di wilayah tersebut. "Kami tidak mau sumber mata air di Cepogo menjadi kering akibat kegiatan penambangan yang dilakukan di beberapa titik di wilayah dua desa itu. Kasihan anak cucu kita nanti," kata Daryanto warga Desa Wonodoyo.
    
Menurut Daryanto, kondisi sumber air di Cepogo sebelum adanya kegiatan penambangan sangat melimpah, tetapi sekarang wilayah itu mengalami kekeringan saat musim kemarau tiba.
    
Sementara Bupati Sri Moeljanto mengatakan pihaknya berjanji tidak akan memberikan rekomendasi izin penambangan di wilayah tersebut terutama di kawasan zone merah atau daerah larangan penambangan.
    
Namun, lanjut bupati, untuk wilayah di zone kuning dan hijau, pihaknya meminta kepada warga untuk dapat dimusyawarahkan bersama. "Kami bangga bahwa warga telah sadar lingkungan untuk kepentingan  ke depan. Kami akan mencermati semua aturan pemerintah. Semua izin sesuai rekomendasinya," kata Bupati saat menerima pengunjuk rasa itu.
    
Sementara pihak Dinas Energi, Sumber Daya Alam, dan Meneral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah yang dihadirkan di Pemkab Boyolali menyatakan akan menurunkan izin penambangan sesuai rekomendasi pemeritah daerah setempat.
    
Menurut Kepala Bidang Geologi, Meneral, dan Batu Bara Dinas ESDM Jateng, Suseso, pihaknya tidak akan mengeluarkan izin atau sesuai rekomendasi bupati.
    
Sementara Kades Wonodoyo, Bambang Widodo menjelaskan pihaknya akan mendukung warga untuk tetap menjaga lingkungan di wilayahnya. Oleh karena itu, kata dia, surat izin yang sudah dikeluarkan pemerintah provinsi akan segera dicabut.
    
Ribuan pengunjuk rasa tersebut kemudian membubarkan diri dengan tertib setelah puas menerima jawaban dari bupati dan instansi terkait.                    

 


Editor : primus
Sumber: