Rabu, 23 Juli 2014

News / Regional

Bongkahan Emas Senilai Puluhan Juta Rupiah di Dalam Batu

Kamis, 15 April 2010 | 09:19 WIB

PONOROGO, KOMPAS.com — Bermaksud memecah batu besar penghalang jalan keluar-masuk ke rumahnya, Yanto (50), warga Desa Karangan, Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, justru menemukan bongkahan emas. Dia siap melepas emas itu kepada pembeli yang berminat.

Yanto mengaku menemukan emas dalam bentuk bongkahan batu saat memecahkan batu besar sisa pembangunan rumahnya. Butiran emas bercampur batu itu kini disimpan dalam sebuah karung. Adapun sisa batu, yang berukuran besar, disimpan di pekarangan rumah karena terlalu berat untuk diangkat ke dalam rumah.

Pria yang sehari-hari berjualan sate ayam di depan rumah ini mengatakan, penemuan emas, sekitar sepekan lalu tersebut, sebelumnya tidak pernah dia sangka. Apalagi, emas itu ditemukan dalam bongkahan batu besar sisa pembuatan fondasi rumahnya. Menurut Yanto, dulu batu itu dia beli dari kawasan penambangan batu di daerah bukit cadas di wilayah Kecamatan Slahung, Ponorogo, yang berbatasan dengan Desa Gemaharjo, Tegalombo, Kabupaten Pacitan.

“Butiran yang menyerupai emas itu saya temukan dalam pecahan batu besar yang sengaja mau saya pecah agar tidak membuat sempit pekarangan kami. Sebab, jika tidak dipindahkan dan dihancurkan, batu itu menutup jalan keluar-masuk kendaraan ke dalam rumah. Berat serpihan emas yang saya simpan ini sekitar 3 kilogram,” terangnya.

Yanto mengatakan, selama 10 tahun terakhir setelah membangun rumah, dirinya tak pernah menyangka bahwa batu besar berdiameter sekitar 1 meter itu ternyata berisi serpihan dan bongkahan emas. “Saya terpaksa membelahnya karena (saking beratnya) untuk menggulingkan tak ada yang mampu. Lho, kok (ternyata) di dalam batu ada emasnya,” kenang bapak satu anak ini mengisahkan kembali proses penemuan emas itu.

Menurut dia, saat ditemukan, butiran dan bongkahan emas tersebut terlihat kekuningan, berada di dalam serpihan dan pecahan bebatuan. Kala itu Yanto langsung menghentikan pengerjaan atas batu besar yang menutup jalan masuk rumahnya tersebut setelah mengetahui di dalam batu ada emasnya.

“Karena saya bukan ahli emas, saya kemudian memanggil seorang ahli emas yang pernah bekerja di pabrik emas Surabaya. Dia menyatakan benar bahwa serpihan emas itu merupakan emas murni,” paparnya.

Meski menganggapnya sebagai hasil temuan yang sangat berharga, Yanto mengaku rela menjual emas-emas itu jika ada yang membutuhkan. Tentu dengan harga yang sesuai. “Kalau ada yang mau, kami siap menjualnya. Kami akan berkonsultasi dengan ahli emas untuk menaksir nilai harganya. Yang saya amankan baru satu karung. Sisanya di batu besar depan rumah itu belum pecah semua,” katanya.

Adapun Sukirno (36), pria yang sepekan lalu dipanggil Yanto untuk memastikan temuan Yanto merupakan emas murni, Rabu (14/4/2010) kemarin, menjelaskan kepada Surya, berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya selama hampir lima tahun bekerja di sebuah pabrik emas Surabaya, butiran kuning dan mengilap tersebut benar-benar emas. “Butiran kuning dan mengilap itu memang emas dan masih menyerupai pasir,” ujarnya.

Sukirno bersedia membeli emas yang disimpan Yanto dalam karung tersebut. Dia menaksir harganya Rp 30 juta. “Kalau disuruh membeli Rp 30 juta, jelas saya akan mau dan akan menjualnya kembali ke toko emas,” katanya.

Di sisi lain, Yanto berharap Pemerintah Kabupaten Ponorogo mau mengecek keberadaan emas miliknya yang berada dalam batu berasal dari wilayah Slahung tersebut. Bisa saja nanti diketahui bahwa Ponorogo menyimpan potensi besar dalam hal emas, bahkan dapat menjadi lokasi penambangan emas.

“Nanti kami akan bersihkan batu ini ke toko emas untuk diambil emasnya saja. Kami berharap temuan itu ditindaklanjuti Pemkab Ponorogo dengan menelusuri asal-muasal batu menyimpan emas yang kami datangkan dari bukit batu wilayah Slahung,” katanya. sudarmawan


Editor : Abi
Sumber: