Kamis, 2 Oktober 2014

News / Regional

Polisi Razia Pendatang di Tanjung Pinang

Selasa, 16 Maret 2010 | 02:00 WIB

TANJUNG PINANG, KOMPAS.com - Polisi Resor Kota (Polresta) Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau (Riau) melakukan razia terhadap pendatang di pelabuhan domestik dan internasional Sri Bintan Pura Tanjung Pinang untuk mengantisipasi masuknya teroris.
   
"Razia ini digelar untuk mengantisipasi masuknya orang dan barang ke Tanjung Pinang yang berkaitan dengan kegiatan teroris di Aceh," kata Kapolresta Tanjung Pinang AKBP Djoko Rudi di Tanjung Pinang, Senin (15/3/2010) sore.
   
Djoko mengatakan, razia terhadap pendatang dan barang tersebut difokuskan pada pelabuhan domestik dan internasional Sri Bintan Pura. Di pelabuhan domestik, polisi melakukan pemeriksaan penumpang dan barang yang baru datang dari Dumai menggunakan kapal feri Dumai Exspress.
   
"Kami mengamankan seorang penumpang Dumai Exspress karena membawa senjata tajam jenis badik sebanyak tiga bilah dan saat ini dalam pemeriksaan di Reskrim Polresta. Dua orang juga diamankan karena tidak mempunyai identitas, namun dibebaskan setelah keluarganya di Tanjung Pinang menjamin mereka," kata Kapolresta.
   
Sementara di pelabuhan internasional, Djoko mengatakan tidak ditemukan pelanggaran setelah dilakukan pemeriksaan terhadap penumpang dan barang kapal-kapal feri tujuan Singapura. "Setelah kami lakukan pengecekan terhadap penumpang dan barang KM Wave Master, KM Falcon, KM Marina Line tujuan Singapura, tidak ditemukan pelanggaran," ujarnya.
   
Kapolresta mengatakan, selain di pelabuhan razia terhadap pendatang juga dilakukan di perbatasan Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. "Tidak ditemukan orang dan barang yang mencurigakan, petugas hanya menilang empat mobil dan lima sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan," ujarnya.
   
Menurut dia, razia terhadap pendatang dan barang yang dicurigai terkait kegiatan teroris di Aceh akan terus ditingkatkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di Tanjung Pinang. "Kami tetap menjaga agar jangan sampai kecolongan," ujarnya.


Editor : primus
Sumber: