Senin, 22 Desember 2014

News / Regional

Nama Bibit Waluyo dan Rustriningsih Dicatut Makelar CPNS

Kamis, 21 Januari 2010 | 21:05 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Beberapa korban makelar CPNS 2009, yang melibatkan staf khusus Gubernur Jateng, Kamis (21/1/2010) sore, mendatangi Markas Kepolisian Wilayah Kota Besar Semarang.

Kedatangan Erwin Fitria, Sunardji, Bambang, Eko, dan Rino, didampingi Ketua DPD Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) Jateng Mustofa, akan melaporkan permasalahan yang menimpa mereka.

Namun setelah berbincang-bincang beberapa menit dengan petugas di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polwiltabes Semarang, mereka mengurungkan niatnya karena tempat kejadian perkara berada di luar wilayah Polwiltabes Semarang.

"Oleh petugas kita disarankan melaporkan kasus ini ke Poltabes Solo sebab tempat kejadian berada di Kota Solo, Klaten, dan Karanganyar," kata Mustofa.

Sebelum mendatangi Mapolwiltabes Semarang, mereka telah berusaha menemui Wagub Rustriningsih, di Gedung DPRD Jateng mengadukan nasibnya, namun tak berhasil.

"Kita sebenarnya kecewa, tapi mau bagaimana lagi," ujarnya sambil menunjukkan bukti berupa tanda terima pembayaran sejumlah uang agar diterima sebagai PNS milik korban.

Erwin Fitria, warga Kasuran RT 2 RW 3, Gajahan, Colomadu, Karanganyar menjelaskan, kalau pelaku kasus penipuan yang dialami dirinya adalah UD beserta bawahannya Htn dan Hrd.

Htn dan Hrd masih berkaitan dengan pelaku utama, UD yang mantan staf khusus Gubernur Jateng. Ia mengaku telah menyerahkan uang Rp 50 juta kepada Htn, yang orang kepercayaan UD, yang berjanji akan membantu dirinya diterima menjadi PNS.

"Dia (Htn) mengatakan kalau UD, orang dekat Gubernur Jateng, bahkan dia juga menyebutkan kalau Wagub juga mengetahui hal tersebut dan dijamin akan lolos seleksi," katanya.

Uang tersebut diserahkan Htn sebelum tes CPNS Pemprov Jateng Desember 2008, dan meminta dirinya tetap mengikuti tes.

Namun saat hasil penerimaan PNS diumumkan, nama korban tidak tercantum yang diterima. Ia pun minta pertanggungjawaban Htn dengan meminta pengembalian uang yang telah disetorkan ke UD.

Oleh Hartono, yang bersangkutan dijanjikan kembali akan diterima menjadi PNS pada seleksi CPNS Pemprov Jawa Tengah 2009, namun ternyata tidak diterima lagi.

Dia mengharapkan Pemprov Jateng tidak lepas tangan serta mengusut tuntas permasalahan ini karena UD melalui Htn telah mencatut nama Bibit Waluyo dan Rustriningsih saat mengelabui korban.

Fitria menduga jumlah korban penipuan dari jaringan Umar Danu maupun Hartono masih akan bertambah lagi.


Editor : bnj
Sumber: