Senin, 24 November 2014

News / Regional

Megaproyek Penanganan Banjir Semarang Diresmikan

Kamis, 15 Oktober 2009 | 21:25 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mencanangkan dimulainya pembangunan megaproyek sistem penanganan banjir senilai Rp 1,7 triliun di Goa Kreo, Kota Semarang, Kamis (15/10). Megaproyek yang selesai pada tahun 2013 ini ditargetkan dapat mengatasi banjir dan rob di tujuh kecamatan yang berada di Semarang bagian tengah.

Megaproyek penanganan banjir tersebut terdiri atas, pembangunan Waduk Jatibarang, normalisasi Kali Garang dan Sungai Banjir Kanal Barat, serta peningkatan sistem drainase di Kali Semarang, Kali Asin, dan Kali Baru.

"Pembangunan ini membutuhkan komitmen yang kuat dari pemerintah daerah untuk menjaga fungsi dan prasarananya secara berkelanjutan," ujar Djoko Kirmanto, dalam sambutannya. Pencanangan itu turut hadir Gubernur Jateng Bibit Waluyo dan Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip.

Menurut Djoko, megaproyek yang didanai Japan International Cooperation Agency (JICA) ini juga perlu dibarengi dengan perbaikan perilaku masyarakat soal pengelolaan sampah dan penanganan lingkungan.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juwana Hartanto mengakui, pekerjaan fisik megaproyek ini baru dimulai pertengahan November setelah adanya persetujuan nilai kontrak dari JICA dan sosialiasi rencana konstruksi bagi warga yang terdampak pembangunannya.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral Kota Semarang Fauzi mengakui, megaproyek tersebut akan mengendalikan banjir dan rob di Semarang bagian tengah yang meliputi tujuh kecamatan, yaitu Gunungpati, Mijen, Semarang Barat, Semarang Selatan, Semarang Tengah, Semarang Timur, dan Semarang Utara.

"Selain mengendalikan banjir, pembangunan Waduk Jatibarang juga berfungsi menyediakan air bersih di daerah Semarang bagian barat dengan volume 1 meter kubik per detik. Dengan adanya penyediaan air bersih, penggunaan air bawah tanah dapat dibatasi," ucap Djoko.

Gubernur Jateng Bibit Waluyo berharap, megaproyek ini tidak hanya dapat mengatasi permasalahan banjir dan rob tetapi juga dapat menggerakkan roda perekonomian di Kota Semarang.

Pembebasan lahan

Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Kota Semarang Harini Krisniati mengatakan, pembebasan lahan untuk proyek Waduk Jatibarang telah mencapai 142,95 hektar atau sekitar 70 persen. Rencananya, Jumat ini akan ada sosialisasi lagi untuk pembebasan lahan seluas 8 hektar di Kelurahan Mangunsari Gunung Pati yang akan digunakan sebagai landasan bendungan, ucap Harini yang juga Sekretaris Daerah Kota Semarang.

Meskipun pembebasan lahan belum semuanya selesai, Hartanto memastikan, hal tersebut tidak akan menjadi kendala. Sisa lahan yang belum dibebaskan hanya akan digunakan sebagai areal genangan yang tidak memerlukan proyek pembangunan fisik.

Selain meninjau lokasi pembangunan waduk, Menteri PU juga mencan angkan pembangunan kolam retensi yang terdapat di Semarang Utara dan merupakan bagian dari megaproyek. Harini mengakui, pembebasan lahan kolam retensi seluas 9,23 hektar disepakati dengan nilai ganti rugi Rp 31,9 miliar yang akan diberikan kepada PT Tamah Mas Bharuna selaku pengelola lahan.


Editor : wah