Kamis, 28 Agustus 2014

News / Megapolitan

Harga Bahan Pokok Terus Naik

Minggu, 23 Agustus 2009 | 05:53 WIB
 

JAKARTA, KOMPAS.com - Meskipun pemerintah menyatakan persediaan bahan pokok di Jakarta masih banyak dan tidak perlu ada kenaikan harga, di beberapa pasar tradisional harga terus melambung. Bahan pokok yang terus mengalami kenaikan harga, antara lain, adalah minyak goreng dan gula.

”Hampir tiap hari memang naik harga. Minyak goreng curah dari Rp 8.000 per kilogram pekan lalu, sekarang saya jualnya Rp 9.500 per kg karena agen tempat saya beli minyak goreng juga sudah menaikkan harga,” kata Hartati, pemilik kios bahan pokok di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8).

Harga gula pasir saat ini dipatok Rp 9.000 per kg. Sekitar 10 hari lalu, harga gula pasir lokal masih berkisar Rp 8.000-Rp 8.500 per kg. ”Mungkin bisa naik lagi nanti sampai Rp 10.000 per kg. Tahun lalu juga seperti ini kejadiannya,” kata Hartati lagi.

Beras yang menurut Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perdagangan DKI Jakarta Ade Suharsono tersedia melimpah di Jakarta pun turut naik harganya.

Di Kebayoran Lama dan Pasar Senen, Jakarta Pusat, beras kualitas menengah yang semua dibanderol Rp 255.000 per 50 kg dari agen sekarang dijual Rp 265.000. Beras kualitas di bawahnya yang semula pedagang cuma butuh modal Rp 5.000 per kg untuk membeli dari agen. Kini, per kilogramnya, pedagang harus membeli Rp 5.100.

Jika daging sapi masih stabil pada harga Rp 55.000-Rp 58.000 per kg, daging ayam justru naik dari sebelumnya Rp 20.000 per kg menjadi Rp 25.000 per kg. Namun, tidak semua harga bahan makanan pokok naik. Telur ayam, misalnya, dari sebelum puasa Rp 195.000/15 kg, kini pedagang bisa membeli dari agen Rp 189.000/15 kg. Di tingkat konsumen, harga telur masih cenderung tetap, yaitu antara Rp 12.000-Rp 13.000 per kg.

Bersiasat

Kenaikan harga pada awal bulan Ramadhan sudah dinilai sejumlah warga sudah biasa. Kenaikan itu tentunya harus disiasati agar tidak memberatkan. ”Harus pandai bersiasat. Masak sendiri untuk buka dan sahur, bagaimanapun juga lebih irit daripada beli lauk dari luar,” kata Ny Nanik, warga Jalan Kramat Kwitang 1 A, Jakarta Pusat.

Agar makin irit, Ny Nanik sengaja membeli daging, telur, ayam potong, dan bahan-bahan lain di awal puasa. Ny Nanik mencampur bahan daging dengan bahan lain sehingga tetap menjadi masakan dalam jumlah banyak.

Siasat membeli bahan pangan di awal puasa itu juga membuat permintaan barang meningkat sehingga harga-harga meningkat. Misalnya harga daging di sejumlah pasar di Banten juga melonjak lantaran meningkatnya permintaan warga.

Di Kota Serang, Banten kemarin, satu kilogram daging sapi dijual dengan harga Rp 60.000- Rp 65.000. Padahal, sehari sebelumnya, harga daging sapi masih Rp 45.000-Rp 55.000 per kg. (NEL/NTA)


Editor :
Sumber: