Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mantan Kepala Bulog Waingapu NTT Ditahan, Diduga Korupsi Cadangan Beras Pemerintah

Kompas.com - 30/05/2024, 15:21 WIB
Sigiranus Marutho Bere,
Pythag Kurniati

Tim Redaksi

KUPANG, KOMPAS.com - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT), menahan mantan Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Zulkarnaen sebagai tersangka korupsi cadangan beras pemerintah.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati NTT AA Raka Putra Dharmana, mengatakan, setelah ditetapkan tersangka, Zulkarnaen langsung ditahan.

Raka menyebut, kasus korupsi cadangan beras pemerintah itu dilakukan pada Perum Bulog Kantor Cabang Waingapu, tahun anggaran 2023 dan 2024.

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Dirut PT Taru Martani, Sultan: Kami yang Lapor

"Ditetapkan tersangka dan ditahan pada Rabu (29/5/2024) kemarin," kata Raka, kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (30/5/2024).

Penetapan tersangka itu lanjut Raka, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan barang bukti.

Tersangka Zulkarnaen, diduga melakukan tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 10,7 miliar.

Baca juga: Anak SYL Siap Kembalikan Uang Hasil Korupsi, KPK: Tak Hapus Pidana

Hitungan itu lanjutnya, berdasarkan laporan hasil audit khusus tim Satuan Pengawasan Intern (SPI) Perum Bulog Nomor : R-03/LHA/DU303/PW.03.03/ 03/2024 tanggal 19 Maret 2024 atas permasalahan selisih kurang persediaan beras di Gudang Kambajawa Kantor Cabang Bulog Waingapu.

Zulkarnaen dalam memuluskan aksinya menggunakan dokumen fiktif, untuk memenuhi persyaratan pengadaan beras premium yang ditetapkan Perum Bulog Pusat tahun 2023 sebanyak 700 ton.

Dari tujuh kali pengadaan beras premium, hanya satu yang riil yakni pada tanggal 29 Mei 2023. Pengadaan itu melalui CV Sumber Makmur Blora sebanyak 90 ton dengan total dana Rp 1.035.000.000.

Sedangkan enam kali pengadaan beras lainnya diketahui fiktif, mulai dari 4 April 2023 sampai dengan 11 Januari 2024. Pengadaan itu semuanya melalui UD Varia Usaha.

Raka menyebut, dokumen yang diajukan ke Bulog Pusat sebagai syarat pencarian anggaran pengadaan beras premium semuanya fiktif, seperti laporan pemeriksaan kualitas beras, dokumen penerimaan barang juga direkayasa.

"Berasnya itu adalah beras medium di gudang Bulog yang hanya diganti kemasan beras premium saja,”ungkap Raka.

Saat ini, tersangka Z sudah ditahan di Rumah Tahanan Negara Kelas II Kupang sejak kemarin hingga 20 hari ke depan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Pemeran Pria Dalam Video Mesum di Ambon yang Viral Ditahan Polisi

Pemeran Pria Dalam Video Mesum di Ambon yang Viral Ditahan Polisi

Regional
Ratusan Warga di Bangka Belitung Terjerat Arisan Bodong, Kerugian Capai Rp 4 Miliar

Ratusan Warga di Bangka Belitung Terjerat Arisan Bodong, Kerugian Capai Rp 4 Miliar

Regional
Tabrakan Beruntun 4 Mobil di Exit Tol Soroja, Polisi: Pengendara Mitsubishi Colt Hilang Kendali

Tabrakan Beruntun 4 Mobil di Exit Tol Soroja, Polisi: Pengendara Mitsubishi Colt Hilang Kendali

Regional
Jembatan Wariori Nyaris Ambruk, Sopir Mobil Trans Papua Barat Mengeluh

Jembatan Wariori Nyaris Ambruk, Sopir Mobil Trans Papua Barat Mengeluh

Regional
3 Wisatawan Terseret Ombak Pantai Payangan Jember, 1 Korban Hilang

3 Wisatawan Terseret Ombak Pantai Payangan Jember, 1 Korban Hilang

Regional
Bayi Meninggal di Sukabumi Setelah Imunisasi Tak Jadi Diotopsi

Bayi Meninggal di Sukabumi Setelah Imunisasi Tak Jadi Diotopsi

Regional
Puluhan Santri Terjebak 20 Menit di Dalam Lift Empire Palace Surabaya

Puluhan Santri Terjebak 20 Menit di Dalam Lift Empire Palace Surabaya

Regional
Petugas Pengisi ATM Curi Rp 1,1 Miliar untuk Judi Online dan Beli Motor

Petugas Pengisi ATM Curi Rp 1,1 Miliar untuk Judi Online dan Beli Motor

Regional
Jemaah Haji Kloter Pertama Debarkasi Solo Tiba di Tanah Air Minggu Besok

Jemaah Haji Kloter Pertama Debarkasi Solo Tiba di Tanah Air Minggu Besok

Regional
Air Terjun Aek Martua di Riau: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Air Terjun Aek Martua di Riau: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Ayah Pegi Setiawan Diperiksa Polisi soal KTP Ganda, Alasannya Ingin Menikah Lagi, tapi Masih Punya Istri

Ayah Pegi Setiawan Diperiksa Polisi soal KTP Ganda, Alasannya Ingin Menikah Lagi, tapi Masih Punya Istri

Regional
Memanah Ikan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pantai Jemplung Sumbawa

Memanah Ikan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pantai Jemplung Sumbawa

Regional
Bengkel Damri di Surabaya Terbakar, Bus Listrik Bekas KTT G20 Bali Ikut Hangus

Bengkel Damri di Surabaya Terbakar, Bus Listrik Bekas KTT G20 Bali Ikut Hangus

Regional
Di Hadapan Mahasiswa, Nikson Nababan Jelaskan Visi Bangun Sumut

Di Hadapan Mahasiswa, Nikson Nababan Jelaskan Visi Bangun Sumut

Regional
Bocah 13 Tahun di Padang Tewas Diduga Dianiaya Polisi, Jasadnya Ditemukan Mengapung di Sungai

Bocah 13 Tahun di Padang Tewas Diduga Dianiaya Polisi, Jasadnya Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com